Sunday, March 3, 2013

ABSTRAKSI RASA DALAM METAMORFOSA DUNIA
















TELAH TERBIT BUKLU KUMPULAN PUISI TERBAIK KARYA FREESOULFLYER "ABSTRAKSI RASA DALAM METAMORFOSA DUNIA"
HARGA : UNTUK DI WILAYAH BALI : RP. 85.000
UNTUK DI LUAR BALI : RP. 100.000 (SUDAH TERMASUK
BIAYA KIRIM)

BAGI YANG INGIN MEMILIKI BUKU INI ANDA BISA MENTRANSFER BIAYANYA KE REKENING BNI, ATAS NAMA I PUTU EKA ADNYANA PUTRA, NOMOR REKENING. 028 603 8970

JIKA TERTARIK ANDA BISA MENGHUBUNGI SAYA DI NOMOR HP. 087 860 362 016, ATAU NO. FLEXI. (0361)7909472
ATAU BISA LANGSUNG CONTACT SAYA DI FB , http://www.facebook.com/freesoulflyer
TWITTER. https://twitter.com/freesoulflyer
ATAU EMAIL, freesoulflyer@yahoo.com

TERIMAKASIH..







http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200267066190623&set=a.1164427002155.2024867.1572290580&type=1&comment_id=2873212

Sunday, January 13, 2013

SOSOK INDAH YANG TAK MUNGKIN KUMILIKI


















Terjaga tak ingin menutup mata saat ia membias ceria di hampar hambar ladang gersang jiwa
Tak sedetik waktu kubiarkan lalu ketika senyum merekah merah meluluh lantak ribuan rasa tak tersingkap
Aku menguap lelap terbius sejuk misterius polah tingkahnya menelusuk ruang tergelap hati

Sejenak aku matikan hiruk pikuk para penghuni pikir dan memusat imaji sesaat pada manis wujud wanita di depan sosok kasarku
Segala emosi yang dulu sempat terlupa menampak rupa menggejolak berkeliling berarak bagai parade bangkitnya roh-roh mati yang lama terkubur

Walau memendam sejuta kata membisu beribu kalbu di kesepian aku selalu merasa damai dalam ramai gerakgerik bahasa tubuhmu
Jauh di dasar nurani betapa aku menginginkan sosok indah yang tak mungkin kumiliki itu

Tuesday, January 8, 2013

PERISTIRAHATAN TERAKHIR KUMPULAN HATI YANG TELAH MATI




















Peluh mengkumuh lepuh jenuh seiring lelap gemerlap harap
Berisik bisik nurani tulikan telinga yang menganga dahaga
Ramai gerutu bumi dan bising dunia terasa damai di peristirahatan terakhir kumpulan hati yang telah mati

Di siang segalang ini ternyata pendar suryapun tak cukup terang ‘tuk silaukan mata lelahku

Gerah menjarah amarah dalam ruak jejak langkah tak tentu arah
Bekap kejam logika buyar gusar asa tak biasa yang t’lah binasa tak berasa
Sepi lamunan malam dan sunyi lelap gelap mengusik lirih lirik lagu dungu teriak rindu yang semakin serak

Di penghujung matinya hari, elok indah sang purnamapun tak berdaya ‘tuk decakkan kagumku lagi

Tuesday, January 1, 2013

Pemakaman Seorang Sahabat

















Lekuk hitam mengguras jelas memburam sinar sepasang matamu
Sesat memberat hebat saat hela keras nafas menguras aura hidup yang kian redup
Tubuh lusuh tersungkur rubuh di gemuruh padat rutinitas yang dulu kau tantang dengan lantang

Jejak langkah lemah tak berarah
Kau terengah digilas buas laju waktu

Saat nikotin tak lagi tenangkan batin
Kau sudah kalah

Kala air keras tak bisa memulas waras
Kau telah menyerah

Ketika candu neraka ajak kau melupa perih duka rasa luka
Kau sudah mati

Berdiriku di sini sendiri memandang batu nisan menancap di gundukan tanah segar
"Disini dimakamkan sorang Sahabat" 

http://kemudian.com/node/267324

LAGU KITA TERASA MENYIKSA SAAT BIBIR TAK BERBAHASA





















Enam senar gitar memandang nanar
Lima jari tangan menyentuh luruh
Lirih lirik kidung rindu menggetar rongga sadar
Lagu kita terasa menyiksa saat bibir tak lagi berbahasa

Enam senar gitar berteriak serak
Lima jari tangan menjamah resah
Nadanada yang pernah kita punya menyesak dada
Lagu kita sangat menyiksa saat langit di atas kita tak lagi sama


http://kemudian.com/node/271998

Wednesday, August 17, 2011

MIMPI BURUK TERINDAH (My Sweetest Nightmare)

Antah berantah kisah tak tentu arah berbuah serapah dan resah telah membuncah

I got you stranded between my blood and soul

Berulang kali kuucap cinta tiada jeda mentahkan sosial muntahkan norma

I need you bad as I face my dying day

Jengah kita telah kalah di dera jera jeritan dunia

How can you forget that you have sucked my blood dry?

Kelam indahkan kita ketika malam busukkan logika tanpa sepatah kata

Don't you know I will not die before I rip your heart out?

Tilas kibas sayap sang dara tinggalkan jejak parah asmara

I Admire your every emotion in each air that suffocates me alive

Aku lelah tiada darah saat kuseka perlahan resapan wajahmu di lekuk jantungku

Will it be out of line if I said " I miss you"?

Saturday, July 23, 2011

BINGKAI IMAJI FIKSI DAN REALITA TAK RATA

















Di suatu malam penuh warna
Merah, kuning, biru, hijau
Ku pandang takjub ke arah bingkai imaji fiksi dan realita tak rata di depanku
Dua pria gemuk mati rasa tengah membelah kepala
Hujatan, hinaan, ejekan terlontar datar, bingar dan sangar
Histeria para penggembira membahana, saat isi otak mereka terlihat jelas

Di sebuah siang pekat satu warna
Hitam
Ku ratap miris setengah menangis melihat bingkai imaji fiksi dan realita tak rata di hadapku
Sekumpulan penghuni bumi, kecil, muda dan tua sedang membedah perut
Mengeluarkan isinya, dan memakannya kembali

Di malam dan siang yang lain
Putih dan hitam terlihat samar
Ku cermat heran gambar kontras tak waras dalam bingkai imaji fiksi dan realita tak rata yang mulai mengganas
Komunitas orang setengah binatang di liar belantara kota, berlomba memutus nyawa
Potongan kepala, tangan dan kaki tersimpan rapi
Di halaman belakang rumah atau dalam koper terlantar tak bertuan

Di waktu yang tak jelas siang atau malam
Yang kulihat hanya merah
Ku tatap kecewa bingkai imaji fiksi dan realita yang semakin tak rata
Terhampar gambar hampa pekuburan, berhias nisan – nisan berlumur darah:
“Atas nama mahluk yang dulu bernama manusia”

Saturday, July 9, 2011

TERUNTUK DIA YANG TIADA DUA

















Membalut mimpi sepi dalam indah sendiri di jeda nada dunia
Tertunduk suntuk mengutuk kutuk jera asmara, di tengah merdu nada sumbang sumpah serapah
Kesekian ribu kali, aku meratap tatap sedih jebak semu sendu rindu akanmu
Sayang, aku makin gamang dalam ruang gersang yang tak kian terang

Mencoba menjelas bayang pudar di remang pendar sinar sorot matamu
Terkilas tak jelas senafas kisah basah yang pernah terjamah
Tak kuasa ku kubur umur dalam alur rata cerita tentang cinta yang tak ingin kuakhiri
Sayang, aku disini rangkai kembali bangkai hasrat dalam kenang remang serpihan kita


"teruntuk dia yang tiada dua"

Thursday, June 23, 2011

AKU PILIH BEBAS SAAT WARAS TERLALU JELAS

Aku
Terpaku membatu saat sadar berpacu
Normal memang bebal
Ketika biasa buatku putus asa

Aku
Berjuang buang senang saat derita jadi berita
Rasa jadi rata
Ketika semua yang buatku gentar ternyata tidak benar

Aku
Hampa saat ikatan tak lagi jadi beban

Maaf sayang,
Aku pilih bebas saat waras terlalu jelas

Monday, May 30, 2011

I MISS YOU (monolog tunggal satu pelaku)

Lagu tema drama dilema trauma asmara kembali bergema
Siluet wajah indah menghitam gerai rambut, melesung manis pipi
Latar hitam membelakang lakon lelucon kisah rasa terlarang
Ironisasi basi cerita cinta yang klise

Pelaku yang hanya satu terpaku membatu adegan rindu
Visualisasi cantik dara tersayang membayang layar
Menerang buram, namun tak tergenggam,
Mencerah resah, walau tak terjamah

Lelaki aktor lelaku kaku mendesah lemah tanpa gairah
Bermonolog tunggal satu kalimat,
“I miss you…”

Tuesday, February 1, 2011

SAYANG

Ingatkah kau sayang saat kita melupa nyata di rata dunia
Jerat kata menjuta kosa dosa terasa indah gugah gundah gairah
Rajut kusut mimpi di suntuk peluk
Membimbang kecup degup rasa tak biasa
Tiada kuasa kita tolak hentak jantung memacu detakdetik ragu waktu
Bercumbu kita di ambigu rindu

Lupakah kau sayang ketika kau dan aku didihkan uap pengap di luap romansa
Senang kita selalu di suasana tak tenang
Meremang terang fajar
Menerang gelap matinya hari
Kau kan tetap ada di saat aku tiada
Menjaga nada kita agar tak sumbang di hantaman distorsi narasi basi sang norma manusia
Pesanku untukmu sayang,
Jangan terlalu santai
Awas ada badai
Aku akan datang setelah aku bisa terbang

Friday, December 3, 2010

BERITA KEMATIAN

Tanpa sekecap rasa, tidak berlandas kasih berbelas, kau datang menggenggam geram organ hidupku yang masih setengah berdegup dan basah berlimbah segar darah, sembari berujar, "Aku kembalikan jantungmu!"

Kupandang hambar ke arah potongan daging yang pernah bermetamorfosa menjadi rekah mawar merah bertangkai tajam, yang dulu tertusuk tepat ulu hatimu itu, lalu menjawab "Semua yang telah dan pernah jadi milikmu, tidak akan pernah bisa hidupkanku lagi!"

Saturday, June 5, 2010

"KAMU PULANG JAM BERAPA?"

“Hari yang lama …di kantor yang sama…”
Di ruang penuh mayat mimpi, dan caci maki, aku duduk pandang monitor usang mungkin untuk jutaan atau ribuan juta kalinya. Seperti biasa yang kesekian ribu kali, atau kesekian milyar kali, dia bertanya, bertanya hal yang biasa, bertanya hal yang mungkin tanpa makna “Kamu pulang jam berapa?”.
Layaknya waktu – waktu yang lalu, atau semua saat yang telah lewat, aku menjawab dengan mengulang pertanyaan biasa-nya ““Kamu pulang jam berapa?”.
Mirip momen sebelumnya, aku pun akan bermufakat dan sepakat dengannya untuk pulang pada jam yang ia sebut.

“Malam yang pendek ….masih di kantor yang lama …”
Layar elektronik di depanku bergetar. Mungkin tak kuat menahan penat pekatnya ruang yang penuh mayat mimpi dan caci maki ini. Dia datang lagi mengumbar hambar tanya yang tiada beda, seperti biasa, dan mungkin juga tidak bermakna “Kamu pulang jam berapa?”.
Pendek cerita, kitapun meninggalkan bangunan tua penuh cerca yang kita sebut ruang kerja, pada jam yang tidak berlainan.

“Kantor yang sama …..kantor yang lama …”
Untuk sekian milyar kali, entah mengapa aku masih menanti bibir manisnya ujar kalimat tanya yang sama. Tapi kata – kata yang kurindukan melebihi nyawaku, suara manja yang kudamba melebihi hidupku, tidak kunjung menghampiri indera dengarku yang sejak tadi menganga dahaga. Layar usang di depanku kembali bergetar. Kali ini bukan karena muak melahap jenasah tewasnya mimpi, atau busuknya caci maki, yang telah beranak pinak di sel penjara bobrok yang aku sebut kantor ini. Tapi monitor elektronik kecil di saku-ku mulai bervibra dan berteriak kencang, mendering bising. Di wajah alat itu, terpampang nama yang aku hafal melebihi namaku sendiri… nama yang kukenal bagai bayanganku, kutahu seperti bau keringatku. Nama itupun bersuara nada tanya “Kamu pulang jam berapa?”
Tanpa argumentasi atau keinginan untuk menambah narasi, aku harus pulang. Pulang ke nama yang yang aku hafal melebihi namaku sendiri itu, ke nama yang kukenal bagai bayanganku itu, ke nama yang kutahu seperti bau keringatku itu…..
Dan bukan pulang bersama kata – kata yang kurindukan melebihi nyawaku itu, bukan pulang bersama suara manja yang kudamba melebihi hidupku itu…. Bukan…

"kenangan BTV 2008 - 2009"

Sunday, October 12, 2008

TANDA BACA HIDUP









Tanya (?)
Kemungkinan dan ketidakmungkinan
Jawab hanya harap tuk kedap uap cuap
Ilusi buatku berisi
Mati jadikan ku berarti?

Seru(!)
Hey aku
Jangan membatu
Bangkit, sudah waktu
Tapi sakit tak jadi gagu

Koma(,)
Berhenti sejenak
Benahi benak
Obati koyak
Tenangkan konak
Sebelum segala rusak

Titik(.)
Sekian
Tamat
The End
Game Over
Lalu?
Kemudian?
Hey aku, mengapa tanya kauujar lagi?


Saturday, October 4, 2008

PRIA BIASA DAN WANITA LUAR BIASA













Aku pria biasa
Tak punya racun atau bisa
Hanya lelaki sinting berotak miring
Mainkan emosi
Jadikan puisi

Dia wanita luar biasa
Racunnya buatku binasa
Psikopat licik berwajah cantik
Melirik bengis
Bertopeng tangis

Aku korban, dia pelakunya
Sama - sama terkapar di tempat kejadian perkara
Aku mati karena dia bunuh diri
Dia tewas, akibat aku tak sadar diri

Friday, October 3, 2008

SEPI INSPIRASI MEMUTILASI DIKSI













Belati fiksi menikam geram
Puasa romansa membuta kata
Nyanyi sunyi fantasi bungkam ilham

Sepi inspirasi memutilasi diksi

Angan mati rusakkan irama rima
Ini nyata bukan metafora
Aku berduka saat luka tak menyapa

Sepi inspirasi saat kau tak di sisi

AKU DAN CINTA

















Aku dan cinta tercipta buta
Merayap gelap
Meraba malam

Aku dan cinta terlahir kikir
Pelit berkelit
Resah berlimpah

Aku dan cinta terbuat pekat
Menguat urat
Nikmat terjerat penat

Aku dan cinta bertekuk suntuk
Mengaduk kutuk
Melarut ribut

TERUNTUK WANITAKU …
















Teruntuk wanitaku di biru ragu,
Aku tahu kau jemu lihatku bisu
Kata hilang makna
Saat nyata terbata

Aku tiada daya
Walau masih bernyawa
Aku sadar
Tapi tak ingkar
Walau getar makin datar
Takkan gentar kutantang fajar

Teruntuk wanitaku di peluk suntuk,
Jujur aku t'lah lebur mengubur tutur
Tapi uzur umur takkan buatku luntur
Percayalah,
Meski lelah
Takkan kalah ku pecah gundah

Teruntuk wanitaku di lelap pengap,
Aku akui t'lah lengah
Jengah memisah jelantah
Tapi yakinlah, aku masih tegar memekar damar
Membuluh suluh, berbakar peluh
Mendulang remang, jadikan terang

Teruntuk wanitaku di jerit sakit,
Walau kulepas masa dari raga
Kau tetap 'kan jingga di jelaga dahaga jiwa

Sunday, July 20, 2008

SELAMAT DATANG DI NERAKA!!













Nikotin terbakar, kafein mendidih
Membekas malam, postur kita bertindih
Lebihi cepat cahaya, iblisku melesat
Datang saat remang, lenyapkan penat, indahkan sesat

Nikotin kembali menyala, kafein memanas
Setiap desakan, tusukan, gumulan, aku puas
Kau memang buas
Tanpa tunggu tiba pagi, malaikatku menguap
Muncul cantik berwujud, pudar saat hasrat meluap

Nikotin hangus, kafein membeku
Sepi meranggas, dingin mencekik, aku mati membiru
Roh kumuhku melayang dungu
Iblis manis dan malaikat cantikku sambut penuh suka
Tertawa lantang, pekak teriak "SELAMAT DATANG DI NERAKA!!!"

SAYANG, TUTUP MULUTMU!!!!

Sayang, tutup mulutmu!!!
Usah kau bedah desah gundah
Buka liang mulutmu lebar
Telan!!
Telan aku tak bersisa

Sayang, bungkam kalimat kesumat laknatmu!!!
Jilat bulat sesat nikmat syahwat
Lentang telanjang jalang
Nyalakan kobar birahi ber-api
Bakar!!
Bakar tubuhku jadi debu abu nafsu

Sayang, diam!!!
Bosan ku cerna beribu norma
Muak ku kunyah berjuta dogma
Aku nyaman lihat tubuhmu terhujam
Mari hentikan gerutu tabu
Matikan waktu!
Suntikkan formalin!
Aku ingin selamanya bersamamu dalam posisi ini …

ARRRGGHHH ...

Dia jamah lelah pasrah arwahku
Hentikan kelana resah tak tentu arah

Ku tak sadar atau menolak sadar
Sebayang iblis manis bekap aku lelap meresap pengap polusi mimpi mati

Arrgh
Cakar kekar tajam jemarimu
Menghujam indahnya dendam
Mencabik apik jantung murungku

Arrgh
Cecer parah darah lumuri rongga bolong dadaku
Lahap
Beringas
Buas
Dia kunyah jantungku
Sambil tanpa henti senyumi regangan badan kasarku menahan jerit sakit teramat hebat

Arrgh
Duri disekujur tubuhnya menancap tepat di seluruh nadi
Dia eratkan dekapan saat cairan merah kental mengalir deras
Tubuhku sekarat
Tubuhnya menguat nikmat

Arrgh
Ketika dia tahu aku masih belum mati
Sederet tajam giginya tembus leher tegangku
Sedot
Hisap
Puaskan dahaga menahunmu
Aku rela mati di tanganmu ...

TUHAN, TOLONG BUNUH DIA!!!

Tuhan tolong bunuh dia!!!
Jika tidak milikku, bukan milikmu

Bukan aku lagi, keras minuman pelenyap masalahnya
Aku hentikan biusku, saat tatapan dahaganya tidak lagi kulihat

Tuhan, aku mohon renggut nyawanya!!!
Aku hidup tak ber-arwah, lihat dia berburu nafas dicumbunya

Bukan aku lagi, setan pensesat nikmat dosanya
Sudah kupotong sepasang tandukku, saat ekor iblis lain dia genggam

Tuhan tolong cabut rohnya dan busukkan badannya!!
Takkan hampa tanganku yang telah cengkeram rohnya
Takkan kecewa tubuhku yang selalu dekap hangat tubuh wanginya

Jika ada yang ingin milikinya
Biarlah dia peluk badan busuk tanpa roh itu ...

LELAKI SADIS YANG MENCOBA ROMANTIS

Coba raba gila bara dosa
Temukan aku disana
Tiada panas, tak berwajah, coba berkilah, jilati darah

Persis!!!
Aku hanya lelaki sadis yang mencoba romantis

Tubuh nurani telah aku mutilasi
Mata mendelik sadar kutusuk buta
Lidah menjulur syukur kupotong putus

Hampiri aku gadis
Maukah kau kubunuh?
Bujur tubuh kakumu akan terlihat manis hiasi pembaringanku

Ulurkan tanganmu dara
Pasrahkan urat nadimu kusayat putus
Kan kulukis jelita parasmu
Ber-cat darah segar, di kanvas lembaran kulit keringmu

Tiada guna kau memelas nyawa, memiris tangis
Aku hanya lelaki sadis yang mencoba romantis

Tuesday, June 24, 2008

KANTIN DINGIN DI KANTOR BISING













Di kantin dingin berteman angin dan nikotin …
Kunanti lagi hangat hatimu
Tapi mengapa yang datang panas amarahmu?

Seperti hari yang lain …
Kau masih terlihat cantik
Walau senantiasa mendesah resah dan berbasah gundah…
Aah … kau memang indah …

Di kantor bising ini …
Kucermati lagi lepas bebas gaung beban tawamu
Kukagumi kembali ucap tuturmu
Mengucur deras mengempas keras nafas lamunanku

Seperti biasa …
Kau memang manis
Walau jiwamu menangis meringis ratapi mimpi tak tergapai ambisi …

Aah …. Walau kau lelah … kau tetap indah …

Thursday, April 10, 2008

AKU ADALAH ...

Jangan kau umbar kata – kata manismu di depanku...karena aku hanyalah mahluk sesat yang mati karena sanjungan, dan hidup bernafas hinaan....
Aku tahu ... aku takkan sanggup membantah sejuta pesonamu...
Aku takkan bisa tepikan hadirmu ...dan aku pun takkan kuasa melepaskan eratnya genggaman tangan letihmu ...

Kau ... kau juga takkan bisa acuhkan aku ...
Aku... aku adalah bayanganmu yang selalu akan ada di belakangmu saat pagi memudar, menyatu denganmu saat matahari berbinar di tengah angkasa, dan berada di depanmu saat siang bergegas pergi ...
Aku ... aku adalah matamu ... yang berpijar riang saat cinta itu datang, yang meredup lirih saat rasa itu pergi ...
Aku... aku adalah telingamu .. yang merintih sakit saat mendengar caci maki mereka, yang bergetar suka saat alunan nyanyian kasih menyapa lembut ...
Aku... aku adalah tanganmu .. menggenggam dan melepas mereka yang pernah singgah dan pergi di pelabuhan hatimu, yang selalu ramai dalam kesepian dan sepi dalam keramaian ...

Aku... aku adalah bagian dari dirimu....
Namun, dirimu tidak akan pernah bisa menjadi bagian dariku ...
Tidak sekarang..... dan tidak juga nanti ....

JIKA TUHAN ADALAH MANUSIA .....

Jika Tuhan adalah manusia .....Apa Dia akan cukup bodoh, untuk melukai hatinya berulang kali dengan tikaman – tikaman belati rasa yang bernama cinta?

Jika Tuhan adalah manusia .... Akankah Dia cukup tolol untuk membenamkan hasratnya pada kubangan kepedihan untuk kesekian kalinya, atas nama cinta ?

Jika Tuhan adalah manusia.......Apa Dia akan cukup nekat, untuk menggali kembali kuburan jasad - jasad derita dan luka ... untuk kembali memakai tubuh yang lama, dalam petualangan baru kematian cinta?

Jika Tuhan adalah manusia ...Apa Dia akan cukup gila untuk kembali terjebak dalam jeratan ambisi terlarang yang sama, hanya demi emosi semu sesaat yang dinamakan cinta?

Saat hantu - hantu pikiranku sibuk memperebutkan lahan kekuasaan, dan mencoba mengambil alih roh sejatiku ... Tuhan datang padaku dan berkata ”Aku memang menciptakan manusia untuk menjadi bodoh, tolol, nekat, dan gila untuk dapat merasakan, menikmati, tersakiti dan terbunuh oleh penyakit indah mematikan, yang Aku namakan cinta!!!”

BELAHAN JIWAKU BERKATA ...

Di penghujung masa mudaku, belahan jiwaku berkata ”Sayang, sesosok mahluk asing telah menyusup cepat ke relung sukmaku, saat kau lengah dan sibuk bergelut dengan lembaran mimpi semu – mu di dunia khayal! Jika saja saat itu kau memijak bumi, andai saja waktu itu kau hidup di alam nyata, aku tidak akan larut dalam candu cumbu – rayunya!”

Diriku yang marahpun berujar ”Akan ku bunuh wujudmu dan kubantai sosoknya, lalu ku kuburkan jasadmu dan mayatnya dalam liang kebobrokan pemakaman akal sehat yang bernama cinta!”

Sementara diriku yang letih berbisik pelan ”Aaah, aku sudah terlampau bosan dan lelah dengan sandiwara kewajaranmu di depanku, sementara di belakangku kau meludahi kebodohanku, dan menari di atas ketidakpedulianku!”

Belahan jiwaku menarik nafas panjang ....tidak pernah sebelumnya aku cermati wajah sesalnya, hati bimbangnya dan pikiran pekatnya... dengan ucapan dinginnya dia lalu berucap ”Lepaskanlah aku.... bebaskanlah arwahku yang terlalu erat kau cengkeram ... kembalikanlah sepasang sayapku ... dan biarkanlah aku terbang bersama dia yang datang bagai petir dan mengajakku pergi bersama gelegar guntur!”

Diriku yang gusarpun berteriak ”Tidak, tidak akan aku lepaskan dirimu... tidak akan aku bebaskan arwahmu, dan tidak akan aku kembalikan sayapmu ... karena dirimu adalah diriku, arwahmu adalah arwahku, dan sayapmu adalah sayapku....... jika aku berikan itu semua, aku akan mati.. dan kaupun akan tewas...!”

Sementara diriku yang terluka parah merintih sakit ”Tidak sadarkah kau belahan jiwaku, kalau aku adalah langit biru-mu yang selalu akan setia menaungi kisah hitam dan putihmu, walau kilatan petir dan gemuruh guntur datang silih berganti ...?”

Monday, April 7, 2008

SUATU HARI AKU BISA SAJA MENJADI DIRIMU ...

Kekasihku ... lepaskanlah dirimu dari belenggu sesal...tatap mataku, genggam tanganku...kan ku ajak kau menikmati kilau cahaya terjaganya sang mentari, dan kan ku bawa kau larut dalam kelamnya langit malam tak berbintang ...

Jangan sanjung diriku setinggi angkasa, jangan kagumi aku seluas bumi, dan jangan rendahkan dirimu ke dasar samudra, karena suatu hari aku bisa saja menjadi dirimu ...

Kawan karibku ... hapuslah bayang gelap itu dari wajah cantikmu ...lihatlah diriku, resapi setiap kata – kataku ...mendekatlah ... kan ku beberkan semua rahasia kisah dunia, dan kan ku hapuskan segala resahmu akan keburaman hari esok ...

Jangan sakiti dirimu dengan mencoba menjadi berbeda, jangan hempaskan anganmu dalam perihnya luka masa silam, dan jangan anggap aku lelaki beruntung yang memiliki segalanya, karena suatu hari aku bisa saja menjadi dirimu ...

Aku hanyalah orang gila dengan kutukan kebijaksanaan ...
Aku hanyalah pria tidak waras dengan anugerah kesabaran ...
Sementara engkau... kekasihku ... bagiku kau adalah setetes air dalam kering – kerontangnya gurun pasir pikiran kemarauku ...kau adalah seberkas sinar terang yang menyeruak menembus rimbunnya semak – belukar ambisi hitamku ...
Sedangkan engkau ... kawan karibku ... bagiku kau adalah sebulir embun menyejukkan yang selalu bisa membangkitkan kembali malasnya roh pagi hariku... kau adalah seteguk obat penawar racun kesesatan, yang telah menyeretku kembali ke dalam rengkuhan alam kesadaran ...
Suatu hari nanti ... alangkah berbahagianya jika aku bisa menjadi kalian ....

Friday, April 4, 2008

666

6 tahun lalu, saat kutanya dirimu tentang arti cinta... kau bilang ”Sayang, cinta adalah dirimu!”...

Saat itu, aku telah tetapkan dirimu sebagai pendamping hidupku 6 tahun kemudian ...

6 tahun berlalu cepat di bawah sadarku ... sampai 6 bulan silam ... ketika kutanya lagi kau tentang makna cinta ... kau bilang ”Sayang, mengapa aku tidak bisa lagi menemukan cinta dalam dirimu?” ...

Waktu itu aku jawab ”Sayangku, aku tidak hidup karena cinta, darahku mengalir dan jantungku berdetak bukan karena cinta, aku juga tidak akan mati karena cinta, udara yang kuhirup bukan berasal dari cinta, jadi aku akan tetap melengkapimu, walau tanpa cinta...!”

Dan ... sampai kini kau dan aku masih bersama, walau tidak pernah lagi kata – kata cinta itu terucap ...... sampai pada 6 jam lalu, kau berbisik mesra ”Sayang, kau telah membuatku jatuh cinta lagi!”

Aku hanya tersenyum dingin, dan berujar pelan ”Sayangku, 6 jam lagi, 6 bulan lagi, atau 6 tahun lagi ....Apa aku masih akan sanggup membuatmu jatuh cinta?”

Friday, March 28, 2008

WAHAI TEMAN BAIKKU

Wahai teman baikku, alangkah berjasanya dirimu ...
Kau telah bantu aku lelapkan semua sesal ..

Tidurkan segala duka ...dan lupakan sakitnya luka ...
Merasuklah ...
Menguaplah ...dan menyatulah denganku ..
Bersama kita terbang menggenggam awan dan menggapai bintang ...
Wahai teman baikku, aku kini sekarat dalam kerinduan ...
Aku mohon datanglah ...
Segenap saraf tubuhku meregang hebat, menanti hadirmu ...
Seluruh urat nadiku meradang keras mengharap sentuhan memabukkanmu
Teman baikku, muncullah ...
Aku ingin meregukmu...
Aku ingin menghisapmu sedalam – dalamnya, dan memuaskan dahagaku akan kenikmatan bercumbu di pelukan maut denganmu ..

Wahai teman baikku, kekecewaan ini menyeretku kembali ke dalam jurang keputusasaan
Mengapa kau khianati aku ???
Di tengah perjalanan mudaku, kau bawa sang pembunuh berdarah dingin ke taman bermain kita ...
Aaaah, berakhirlah sudah petualangan jalang kita ...
Sang malaikat kematian telah meledakkan kepalaku ...
Meremas jantungku ...
Mencekik paru – paruku ...
Dan mencabut nyawaku ...
Sementara teman baikku hanya tersenyum dingin, memalingkan muka.. dan berlalu mencari korban berikutnya ...

Thursday, March 20, 2008

SETAN PENGGODA YANG KUDAMBA

Temaram jingga aura langit sore, benamkan kembali akal sehatku dalam lubang asa gelap tak berdasar …

Di sini, di sudut hati yang sama, aku sangat ingin menyakitimu, menyiksamu, mengkhianatimu, hingga kau rasakan semua luka dan perih yang telah menghabisi segenap ketakutanku akan kelamnya dosa …

Dia … ya dia… Dia adalah sesosok setan penggoda yang kudamba, datang dan menghuni ruang kosong jiwaku yang telah mati …

Hey, lihatlah wahai sang pembunuh jiwaku, setan cantikku telah menghidupkanku kembali!! Yeah, aku adalah mayat hidup yang menari – nari di atas kuburan jasadku yang terlalu alim… terlalu baik …. terlalu naif… hah..!! cepatlah kau membusuk wahai tubuh mudaku …….aku tidak membutuhkanmu lagi …

Tuesday, March 18, 2008

SAAT AKU BERSAMAMU … AKU ADALAH KEKASIHMU …

Siraman sejuk sinar matamu, dalam sekejap cerahkan kembali ruang hitam hati ini, yang sejak lama terjerat erat dalam gelapnya dekapan sang malaikat kematian rasa …

Entah mengapa, aku tak kuasa menolak kedamaian yang kau tawarkan, dalam setiap detik kebersamaan kita, lalui indahnya kebisingan hingar - bingar perdebatan manusia, di dunia yang kita sebut bumi ini …

Aku tahu, aku takkan kuasa menjanjikan bulan, atau mengambilkan bintang untukmu, tapi yang aku tahu, saat ini……di tempat ini……..saat aku bersamamu … aku adalah kekasihmu …

Hey, sobat …Tolong beri tahu aku, mengapa aku sangat menginginkanmu? Di tengah raungan dan lolongan pikiran liarku, aku selalu melacak jejakmu di setiap sudut otakku…

Aah.. andai aku bisa… aku akan memelukmu erat, menciummu sepuasku, dan setiap saat kan kubisikkan serangkai kata indah di kupingmu …Tapi bisakah aku mengucap doa, ketika yang kuinginkan mereka anggap dosa??

Aku tahu, aku takkan sanggup menurunkan matahari dari langit, atau membawamu terbang menembus awan, tapi yang aku tahu, saat ini……di tempat ini……..saat aku bersamamu … aku adalah kekasihmu …

Friday, March 14, 2008

HEY SOBAT!!!

Hey, sobat ... ingin rasanya kujabarkan dengan gamblang arti dari rumitnya sandi - sandi nada bicaramu ...rahasia dari kode - kode aneh sinar matamu ... dan menguak kata kunci untuk memasuki hati liarmu ...

Hey, sobat ... ingin rasanya aku membelah kepalamu ... membongkar isi otakmu ... membaca setiap rahasia ambisi tergilamu... agar terpuaskan keingintahuanku akan semua tentangmu dan semua tentang kita ...

Hey, sobat ... aku tahu hasrat ini terlarang ... aku sadar rasa ini tidak layak kutumbuhkan... karena kita hidup, dan akan selalu mati dalam belenggu norma dan kamuflase kewajaran....Tapi tahukah kau, fatamorgana keelokan sosok
cantikmu, selalu karamkan keinginanku untuk kembali sepenuhnya ke pelukannya ...

Hey, sobat ... andai masa silamku tak sekelam derita kegundahanmu, dan masa depanku tidak seterang binar matamu, mungkin sekarang sudah kugenggam luapan emosi gelapmu dan kuhidupkan kembali jiwa sesatmu ... dan kitapun kan menari lagi dalam lingkaran setan kematian kesadaran...

Monday, March 10, 2008

NICE TO MEET YOU

Jeratan kodrat Sang Penguasa Alam telah pertemukanku denganmu
Di tengah deru luapan luka dan duka hati sepimu, saat itu.......aku tahu aku harus memilikimu..
Dan ketika kau sambut dekapan inginku...
Sontak...angan lusuhku berteriak ..."Hey cinta... senang berkenalan denganmu!!"

Sepasang sayap kekar sang waktu dengan cepat mengepak.. dan membawa kita ke luar dari masa silam
Aaah, mengapa apa yang dulu kau sebut cinta kini terlupakan tanpa rasa???
Tanpa daya, tanpa berontak......kau terjebak dalam perangkap nafsu dia yang ingin menghisap habis sari hidupmu
Tanpa kusadari, dalam kesempurnaan pengkhianatan, aku berguman lirih... "Hey, luka... mengapa aku harus berkenalan denganmu??"

Keburaman rona langit siang yang bersimbah noda hitam pekatnya sang mendung, bangunkanku di masa kini
Disini, disampingku... dirimu masih terlelap dalam selimut tebal maafku, yang tidak kuasa untuk tidak kuberikan ...
Uhh, ternyata dengan luka sukma yang masih meneteskan darah, dalam ketidakmenentuan suasana, aku masih, dan akan terus menginginkan dirimu, untuk bersamaku menghabiskan sisa hukumanku dalam penjara dunia ...
Di tengah kebisingan pertikaian kesadaran dan penyesalan, dalam setiap tarikan nafas aku berbisik "Hey, bimbang... apakah kau senang bisa berkenalan denganku??"

Di tengah sesaknya semak ilalang kehampaan, aku telah kehilangan arah dan tidak tahu mesti melangkahkan sepasang kaki lelahku kemana....
Dalam keputusasaan yang kian mengikatku erat dalam jeruji keterasingan.........aku berteriak sekuat tenaga......"Hey, Kematian... alangkah senangnya jika aku bisa berkenalan denganmu sekarang!!"

Saturday, February 23, 2008

MALAIKAT KECILKU

Atas kuasa Sang Pencipta, malaikat kecil itu telah bereinkarnasi dalam wujud mungil penuh cahaya surgawi ...
Dalam sekejap, tangisan lantangnya segera cerahkan buramnya auraku dan ceriakan muramnya dunia nyataku
Dalam setiap hembusan nafas dan gerakan polosnya, tiada henti ku syukuri anugerah terindah Yang Kuasa, yang kini gairahkan sudut - sudut hampa hatiku............
Seringkali ku kagumi wajah kecil tanpa dosanya, yang menatapku seakan selalu mengharap belaian dan ciuman mesra dari sosok kasarku, yang dipenuhi duri kekecewaan dan keterasingan ...

Menangislah malaikat kecilku, tunjukkan pada dunia yang angkuh bahwa air matamu mampu bawa tawa bahagia dan senyum kehidupan pada semua insan yang menatapmu dengan penuh kekaguman...
Tersenyumlah malaikat kecilku, perlihatkanlah kepolosan raut wajahmu, sehingga malam yang sombongpun akan menunduk malu dan membiarkan sinar bintang kejora hinggap di sepasang bola mata indahmu ...

Friday, February 1, 2008

THE LIVING DEAD

Trap in loud echo of disastrous logic catastrophe
My numb mouth keeps on blowing conscience smoke into the overheat atmosphere
My dead brain is playing tricks again ...
Burned out...
Wore out ...
Left out ...
In the end, I'm bored - alone unveiling the great mysteries of this damaged ecosystem
Just another day in narrow pit of hell that we called paradise
The living - dead ...
The breathing - corpse ...
The walking - zombie ...
Is that me???
Starring at the black sun
Trying to fly with my broken wings ...
Tears turned to blood ...
When all I ever wanted was to die peacefully in YOUR hand ...

Wednesday, January 30, 2008

SANG PENGELANA BERSAYAP PATAH

Di persinggahanku yang ke - 5, aku baru sadar ...
Aku hanyalah seorang pengelana lancang yang menatap silaunya sinar matahari
Saat mataku mulai meredup ... akupun tak kuasa menolak anggunnya kilauan cahya bulan ...
Aaaah ... andai sayapku tidak patah tertebas gerhana ...

Pasti aku sudah terbang menggapai matahari, atau melayang ke pelukan bulan
Tapi apa daya aku tidak bisa lepas dari cengkeraman malam, ketika siang yang kudamba tak kunjung tiba ...

B L A C K H O L E

Ditemani sebatang nikotin, aku hisap dan hembuskan asap kebimbangan, yang perlahan menghilang tertelan heningnya teriakan kesadaran ...
Disini, di tempat yang sama, ku kembali mencoba pahami liku cerita peranku di alam fana
Perang ... ya mungkin aku sedang berperang ...melawan musuh yang samasekali tidak ingin kuhadapi ....KESADARAN ...

OH GOD, apa aku masih layak untuk menyebut nama-Mu?? ketika yang KAU sebut dosa terasa biasa... apa aku masih berhak atas nafas ini??
Apa aku sudah terlalu lama menari di pelukan setan, sehingga bisik - Mu sudah tidak lagi bisa kudengar??

Aku kini terjebak ... terjebak dalam lubang kematian jiwa yang kugali dengan cakar - cakar kebencian
Figur - figur mempesona-Mu terus mencoba menarikku keluar dari lubang ini ... tapi mengapa setiap kali aku terperosok kembali ...
Tolonglah aku sudah lelah, jangan tarik aku lagi, lambat laun aku merasa nyaman disini, berteman raungan sepi dan didekap erangan sunyi ...
Aku kini tidak ingin keluar dan harus menatap sinar - Mu yang terlalu menyilaukan
Aku tidak akan sanggup memandangi wajah - Mu yang pasti akan selalu tersenyum, tidak peduli seberapa jauhpun aku telah tersesat ...

Monday, January 28, 2008

H A N Y U T

Aku terjebak dalam kepanikan emosi tak terdefinisikan, setiap kali dia masuki ruang gelisahku
Dia adalah bintang terangku
Ketika langit malam yang pekat mengejek cerita kegundahanku …
Ambillah nafasku…
potonglah urat nadiku …
Tikamlah jantungku …
Karena aku tak kuasa untuk tidak memujanya …
Aku telah hanyut….
Hanyut dalam manja gerak sikapnya …
Hanyut dalam gemulai tarian tingkah polahnya ….
Hanyut dalam riang gema tawanya…
Hanyut dalam manis rengkuhan senyum indahnya …
Hanyut … entah sampai kapan ……..

Friday, January 25, 2008

KETIKA

Ketika sang surya seakan bosan dengan kemunafikan hari, dan perlahan menenggelamkan wujudnya di peraduan bumi barat, saat itu juga aku mulai merindukan paras indahmu ...
Ketika sang fajar menggeliat malas di batas langit timur, terbangun oleh kebisingan polusi suara rutinitas manusia, saat itu pula aku mulai mencari sosok cantikmu di kerumunan para pencari cinta ...
Ketika aku mulai terdiam, dan menikmati setiap lekuk wajahmu yang sempurna, aku sadar dalam hasrat semu-ku, k
au terlalu nyata untuk dapat kumiliki ...
Ketika waktu seakan berhenti berputar, kutelusuri setiap sudut hatimu... namun ucapan yang kudamba, tida
k kunjung terujar dari bibirmu yang merekahkan senyuman manis berjuta makna...
Ketika aku mulai larut dala
m kesamaran tingkah polahmu yang menyusup manja mengharap rengkuhan erat tangan - tangan sepiku.. aku tak kuasa mengacuhkan getaran hasrat itu... bagai sang malam yang mengharap siang tidak pernah tiba ...
Namun, ketika kebersamaan kita harus berakhir, akankah ada perempuan seindah dirimu, yang mampu membuatku bernafas kembali, walau hanya sekejap
???

Thursday, January 24, 2008

aaah ... shit!!!

Aaah shit!!! kata - kata kasar itu selalu terujar, setiap kali aku terhempas dalam gelap, ketika suluh terang itu mati, akibat ulahku sendiri ...
Setiap kali aku terbakar... terbakar... akibat rasa yang aku sendiri tidak bisa pahami... apa aku layak merasakan apa yang seharusnya tidak aku rasakan???
Apa aku layak, ingin memiliki apa yang seharusnya tidak aku miliki????
Setiap sentuhan dan dekapan manjanya, semakin larutkan aku dalam rasa yang selama ini aku tampik dan aku asingkan ...
Rasa itu telah lukai hatiku, yang hingga kini masih meneteskan darah segar, mekumpuhkan setiap saraf di tubuh kasarku ...
Aku telah buang jauh rasa itu, tapi kenapa dia datang lagi, kenapa rasa itu tidak bisa aku bunuh? Aku telah menguburnya, membakarnya, membacoknya ribuan kali, tapi mengapa ia selalu hidup kembali di tempat, waktu dan pada orang yang salah???

Aaah shit!!! Apa aku cemburu?? Ketika dia bersamanya....siapa aku??? Siapakah aku di matanya?? Siapakah aku di hatinya?? aaahh, aku hanyalah seorang lelaki bodoh yang tidak bisa membedakan dia yang melengkapi aku, dan dia yang menyenangkan aku ...
Aku kini terluka, terluka oleh ulahku sendiri ...sakit ... sakit oleh kelakuanku sendiri!!!
Apa aku telah berbuat salah?? Aku merasa tidak melakukan hal yang salah?? apa aku sudah dibutakan oleh pancaran aura tubuhnya yang begitu menyilaukan?? hingga logikaku tertutup nafsu, sehingga perbedaan antara benar dan salah terasa begitu buram???

Aaah shit!!! hanya kata - kata kasar itu yang selalu terlontar dari mulut liarku yang tidak pernah terpelajar oleh tata krama dan norma....
Apakah sedetikpun aku tidak layak merasa bahagia, merasa lengkap, tanpa ada beban, tanpa ada rasa bersalah.......???
Mengapa KAU selalu renggut semua yang mampu buatku tersenyum? semua yang bisa buatku hidup?? semua yang sanggup buatku tertawa dalam kepedihan????
Mengapa????Pertanyaan tak bermakna itu selalu berdetak bagai bom waktu dengan timer yang seakan segera meledakkan segenap tengkorak kepalaku beserta isinya...........

Aaah shit!!!! Please, jangan umbar rasa sayangmu lagi kepadaku, karena aku akan sekarat lagi jika rasa itu tiba - tiba KAU renggut lagi.......dan lagi ........... dan lagi.............
Dia yang aku suka, tiba - tiba menyesali semuanya.........semua sentuhan itu, semua ciuman itu, semua gelak tawa itu, semua pandangan mata itu.......
Apa aku terlalu menyeramkan untuk digenggam?? Begitu mengerikankah aku sehingga dia tiba - tiba menjauh, tanpa ada sebab, tanpa pertanda..........


aaaaaaaah shitttttttt!!!!!!!!!!!!!!!


Monday, January 21, 2008

SHE'S UNRESISTABLE

Di celah kesepianku, sosoknya menyusup indah, menggugah rasa gundahku

Semakin ku jamahi lekuk – lekuk cantik gaya ucapnya, semakin ku tertambat di relung hasratnya yang dipenuhi teriakan kerinduan ...

Sejak lama telah kucoba pahami getaran gelisah yang selalu pekatkan hitamku, dan beningkan putihku...ketika hadirmu tak kuasa ku bantah.....

Dalam hasrat tergelapku... andaikan kau pahami betapa aku menginginkan belaian nakalmu dalam setiap fantasi gilaku ...

Sunday, January 13, 2008

LOVE IS NONSENSE

Wasting hours, spending days in denial
If life is an enigma, what is our final destination?
Spontaneous brain destruction is our way of existence
Emotions burst like exploding firecrackers
All this pathetic excuse for mating called love, is a pack full of nonsense
When you are enslaved by the material earth, all that left are clash n conflict….
Tears mean nothing when you ungrateful for what you are..
And you will suffer for the beast that you shall be…
Vomiting idealism out of your character – esteem
You are what you have created
Look in the mirror; can you see what you look like?

Just a grouchy old woman with a lot of indecent fantasies …….

Sunday, December 30, 2007

HAPPY NEW YEAR 2008



















Waktu yang merajut hari – hari rutinitas kita adalah siang dan malam yang terus datang silih berganti…

Tanpa kita sadari, seiring detakan jarum arloji kehidupan, satu tahun telah berlalu…

Kini, kita harus tinggalkan deraian air mata, dan luapan tawa suka yang hiasi catatan masa lalu dan menggenggam merekahnya senyuman hari baru dengan kemantapan hati …

Satu detik lewat tengah malam, seiring meriahnya letupan pesta kembang api yang hiasi keceriaan suasana pergantian waktu, TAHUN BARU TELAH TIBA!!!

Dengan terbitnya matahari tahun 2008, mari kita songsong masa baru dengan asa dan harapan baru untuk menggapai segala keinginan yang masih belum tercapai…..

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!!

Di tengah hiruk – pikuknya amal dan dosa yang kita telah tinggalkan di masa silam

Satu berkas cahya harap baru, pelan menyeruak diantara rimbunnya semak belukar kehidupan …

Lelapkanlah setiap sesal, lupakanlah semua duka, dan biarlah dirimu terhanyut dalam luapan arus keceriaan malam pergantian tahun ….

Dengan menatap lantang terbitnya sang bintang siang di ufuk timur, dunia menyambut lahirnya tahun baru….

Dekaplah erat euforia kemeriahan pergantian masa dan jadikan cambuk semangat untuk meniti asa baru guna wujudkan mimpi tertunda …

Dengan ucap syukur kepada Sang Pencipta, mari kita sambut datangnya tahun baru 2008 dengan optimisme membara akan masa depan yang lebih baik dari tahun sebelumnya…

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!

Tumpukan resolusi harap tak tergapai di tahun lalu, kini telah siap untuk kita tuliskan di lembaran - lembaran waktu tahun baru 2008

Cerita kehidupan, kelakuan cinta dan cita menanti untuk kita perankan dalam kemisteriusan belaian detik, jam, hari, minggu dan bulan yang masih belum terjamah…

Genggamlah mimpi dengan lebih erat, hiruplah lebih dalam segarnya embun kelahiran roh asa baru, dengan ketegaran hati menantang sombongnya amukan badai duka dan suka …

Marilah kita susun rencana kedepan dan tentukan arah langkah kita dalam balutan alas kaki keselarasan pikiran, raga, dan jiwa ….

Dengan tetap mengumandangkan puja kehadapan Yang Mahakuasa dan perjuangan pencapaian tujuan yang tak kenal lelah.. niscaya tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu…….

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!

Senyuman pagi, perlahan bangunkan lelap tidur sang surya dari peraduan belahan bumi timur, seiring dengan terbitnya era baru …

Seakan tiada lelah perputaran sang waktu, telah membawa kita kembali tinggalkan rajutan masa silam, untuk bangun hasrat baru dan raih ambisi tertunda bersama pahit - manisnya kisah hidup yang masih belum tertuliskan

Kepakkan sayap doa dan upayamu, tembus tebalnya awan ketidakpastian, dan terbanglah tuk gapai angan tertinggimu

Seiring memudarnya binaran sinar sang bintang di langit tahun 2007 dan munculnya biasan berkas cahaya matahari tahun baru 2008, sebuah arena petualangan baru telah menunggu untuk kita jelajahi bersama ...

Peganglah erat hati orang – orang tercintamu, jajaki hitam putih kehidupan di tengah berkilaunya warna – warni gemerlap duniawi, dengan tetap pada satu keyakinan bahwa Tuhan adalah sang Maha perancang segala rencana ...

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Sandiwara kehidupan kita, kini telah memasuki episode baru, mungkin dengan bergantinya peran yang kita mainkan, atau bertambahnya aktor dan aktris pelaku kisah dunia, dengan masing – masing tingkah polah mereka…

Beragam kisah, yang telah kita lalui di episode sebelumnya, kini berlanjut ke rentetan peristiwa yang masih belum terungkap dan masih tersimpan rapi di tangan sang sutradara yang Maha Kuasa dengan sejuta misterinya …

Berbagai adegan tak terduga, telah menunggu untuk kita mainkan dalam spontanitas suasana baru yang masih berupa untaian rahasia tak tersingkap …

Mainkanlah apapun peranmu, dengan penghayatan yang jauh lebih baik dari episode kehidupan sebelumnya, berbekal ketajaman jiwa yang telah terasah ditempa hantaman sang waktu

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Duka sang angkasa yang mencucurkan air mata hujanpun, tak kuasa untuk menahan laju sang waktu meretaskan jalinan siang dan malam yang tiada terputus ...

Tak terasa, kehirukpikukan begitu banyak ceria dan derita yang datang silih berganti, telah menghantarkan kita ke masa yang baru ...

Di tengah dera sengsara sang alam yang mengerang kesakitan dan memuntahkan berbagai bencana, marilah di tahun baru ini, kita buat sebuah perubahan ...

Dengungkanlah nyanyian seruan perdamaian dan cinta kasih ke segala penjuru semesta dalam lembaran baru kehidupan kita kedepan ...

Dengan saling berpegangan tangan, dan tetap memuja Sang Maha Pencipta, bersama kita bisa wujudkan masa depan dunia yang jauh lebih baik ...

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Thursday, December 27, 2007

WELCOME TO REALITY





















Hantaman mematikan realita bawaku kembali ke titik nadir ...
Dosa dan Sabda terasa tiada beda
Remukan asa di gelimpang resah semakin benamkan awamku akan sentuhan dinginnya terang dan hangatnya gelap
Rindu ... aku sungguh rindukan masa liar tak terjamah sadar waktu silam
Kata tiada bermakna selalu bisa robohkan dinding es angkuhnya kepenatan jiwa
Bosan ... aku sungguh bosan bergelimang kemunafikan dalam jeratan norma duniawi
Bebas ... aku sungguh ingin bebas, terbangkan angan, kuburkan mimpi dan ledakkan amarah
Aku hidup... tapi selalu mati di tanganmu ...
Puaskanlah hasrat tergelapmu dan terus siksa badan kasarku yang gamang tanpa rasa ini ...

Tuesday, December 18, 2007

Aaah…

Distorsi rasa ini kian butakan akal rasional otakku yang telah lumpuh terjangkit bakteri keputusasaan …
Aku semakin nyaman terapung ditelan ruang hampa saat tubuhku hiraukan gaya gravitasi
Kita selalu terdiam, ketika analisa dan logika tidak bisa lagi kita laraskan …

Aku sungguh bosan terombang ambing dalam kehirukpikukan perdebatan panjang tiada berujung ini …

Aaah… kenapa aku selalu takluk setiap kali melihat redupnya sinar matamu……?
Wajah tidurmu yang seakan tiada dosa, setiap kali selalu lelehkan dinginnya temperatur keakuanku …
Di tengah malam, kita selalu terjaga, sambil ratapi repihan masa silam yang selalu hantui jejak langkah kita menantang sombongnya sang waktu …
Aaah…andaikan kau resapi tiap denyut nadiku, tiada yang ku inginkan selain redakan amukan badai kegamangan ini denganmu di sisa nafasku …

For my soulmate …. I’m truly, deeply, deadly in love with you!!!

Monday, December 17, 2007

SEMENJAK KAU PERGI …




















Semenjak kau pergi ….
Aku tersesat di keramaian rutinitas yang mencekik hari – hari kesadaranku

Dalam kepenatan yang kian memuncak. jerit asa harap kau kembali terasa memecahkan gendang telingaku
Sementara wujud mayamu memenuhi setiap jangkauan pandangku …

Semenjak kau pergi ….
Dalam redupnya pagi, terangnya siang, remangnya senja, dan sepinya malam …
Aku lantunkan serenada rindu ditemani hembusan angin yang menembus dan merobek - robek akal sehatku …
Tuhan tolong aku …. Aku sekarat, tiada nafas, tiada jiwa.. ketika dia yang menghidupkanku kembali pergi mengejar mimpi …

Semenjak kau pergi ….

Aku selalu terdiam tanpa kata, tanpa rasa, sembari pandangi kenangan indah dimana kita seringkali berbagi cerita dalam kepedihan

Aku sadar, aku tidak layak menggegammu, karena aku sudah bersamanya, sebelum angan ini ada …

Semoga kau bahagia dengan dia yang merangkulmu dalam satu ikatan suci, sementara aku berjuang ‘tuk bunuh rasa yang kian menyiksa ini …

Wednesday, December 12, 2007

SENANDUNG HARAP HAMPA

Senyuman malaikat itu, kembali buyarkan renungan bawah sadarku ...

Walau sosok indahnya tak lagi warnai hari, getaran aura sang putri, terus saja huni setiap detak nadiku ...
Senandung lirih kerinduan ini, kian sesakkan hembusan nafas logika, yang sebelumnya selalu kuatkanku dari tiap hempasan badai rasa tak terbalas ...
Entah mengapa aku tak kuasa menahan diriku untuk tidak terhanyut dalam luapan rasa terlarang yang mustahil terwujudkan ini ...

Kesepian ini makin rasuki benakku yang sesak dengan bangkai asa mati pengharapan akan rengkuhan cinta sang idaman ...
Lelah, aku lelah terbawa arus khayal yang penuhi tiap mimpi dalam peraduan dingin di pelukan hangat pendamping hidupku
Aku tahu dia akan kembali, kembali untuk pergi lagi ...menembus malam hariku dan hidup dalam siang harinya ...
Untuk ribuan kalinya... hanya kata maaf yang bisa terujar dari jiwa tersesatku yang menjerit sekarat inginkan dia yang kini terlelap dalam dekapan lelaki pilihannya, di suatu tempat disana ...

Thursday, December 6, 2007

LUSTFUL INTERCOURSE


My breath races ...
As the odor of our sweat blends into one distinctive flavor of nirvana
My desires soars high ...
As I taste your heart - taker smile groaning almighty pleasure
Your lustful set of gleaming eyes ...
Take me back and forth, along with the flood of our romance's chemistry
With no string attached ...
No doubt she's a life - taker ...
I sense resentment of the room's occupants
When we merged all night ...
Like it was our last moment in living shape
With hands lock and postures vibrate
Heaven and hell seem not that far away ........

make love not war ..... peace dude...!!

A SPOOKY STAGE OF LIFE CALLED MARRIAGE

Six years of our life now wrapped up in one complicated package
Everything seemed so fuzzy, when I took this holy vow with you by a priest side
As I gasped for air, I know there's no turning back on this odd one way street
But still, I regret nothing, yet I'm afraid to ask for more or less

Now we live up the new days of seven years our togetherness
I never thought staring at your face in bedtime could be this hard ...
Will this sacred union erased my paranoia of losing you?
Do I have enough strength to kill the past ghost of betrayal that always haunts my every move?

Time seems creep its way passed my common senses
Your constant alter of behavior is thousands volts of electrical shockwaves
You're one beautiful psycho that somehow fulfill my thirst and hunger of recognition
Nevertheless, curbed my overwhelming will to freely express my art - side

Now here I am ended up ....
Always at the same pose...
Gazing at your balooning belly ....
I constantly wonder, will the unborn child call me "father"........??

Tuesday, December 4, 2007

B I R T H D A Y G I R L

Hey birthday girl, in such happy moment, you seem sad …
Don’t let tears fall down, take a deep breath and be glad
One year now has been added to your dazzling life
As you grow older, your heart shall find a path out of your strife

Hey birthday girl, stand up and let’s celebrate this day
Turn on your light, and blow away the darkness with your shimmering ray
Only you have the power to tame the evil storm that rages inside you
Get the right on every wrong, and prepare yourself for beginnings new

My dearest friend, I wish you a very happy life’s anniversary!!!!
Be grateful to your Creator, embrace the new age, and burn your past diary
With the loudest cheers, I wish you the happiest birthday!!!!
Listen to your deepest conscience, keep on smiling, and God will show the way

**Happy birthday my friend …. You know who you are….!!!

Sunday, March 3, 2013

ABSTRAKSI RASA DALAM METAMORFOSA DUNIA
















TELAH TERBIT BUKLU KUMPULAN PUISI TERBAIK KARYA FREESOULFLYER "ABSTRAKSI RASA DALAM METAMORFOSA DUNIA"
HARGA : UNTUK DI WILAYAH BALI : RP. 85.000
UNTUK DI LUAR BALI : RP. 100.000 (SUDAH TERMASUK
BIAYA KIRIM)

BAGI YANG INGIN MEMILIKI BUKU INI ANDA BISA MENTRANSFER BIAYANYA KE REKENING BNI, ATAS NAMA I PUTU EKA ADNYANA PUTRA, NOMOR REKENING. 028 603 8970

JIKA TERTARIK ANDA BISA MENGHUBUNGI SAYA DI NOMOR HP. 087 860 362 016, ATAU NO. FLEXI. (0361)7909472
ATAU BISA LANGSUNG CONTACT SAYA DI FB , http://www.facebook.com/freesoulflyer
TWITTER. https://twitter.com/freesoulflyer
ATAU EMAIL, freesoulflyer@yahoo.com

TERIMAKASIH..







http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200267066190623&set=a.1164427002155.2024867.1572290580&type=1&comment_id=2873212

Sunday, January 13, 2013

SOSOK INDAH YANG TAK MUNGKIN KUMILIKI


















Terjaga tak ingin menutup mata saat ia membias ceria di hampar hambar ladang gersang jiwa
Tak sedetik waktu kubiarkan lalu ketika senyum merekah merah meluluh lantak ribuan rasa tak tersingkap
Aku menguap lelap terbius sejuk misterius polah tingkahnya menelusuk ruang tergelap hati

Sejenak aku matikan hiruk pikuk para penghuni pikir dan memusat imaji sesaat pada manis wujud wanita di depan sosok kasarku
Segala emosi yang dulu sempat terlupa menampak rupa menggejolak berkeliling berarak bagai parade bangkitnya roh-roh mati yang lama terkubur

Walau memendam sejuta kata membisu beribu kalbu di kesepian aku selalu merasa damai dalam ramai gerakgerik bahasa tubuhmu
Jauh di dasar nurani betapa aku menginginkan sosok indah yang tak mungkin kumiliki itu

Tuesday, January 8, 2013

PERISTIRAHATAN TERAKHIR KUMPULAN HATI YANG TELAH MATI




















Peluh mengkumuh lepuh jenuh seiring lelap gemerlap harap
Berisik bisik nurani tulikan telinga yang menganga dahaga
Ramai gerutu bumi dan bising dunia terasa damai di peristirahatan terakhir kumpulan hati yang telah mati

Di siang segalang ini ternyata pendar suryapun tak cukup terang ‘tuk silaukan mata lelahku

Gerah menjarah amarah dalam ruak jejak langkah tak tentu arah
Bekap kejam logika buyar gusar asa tak biasa yang t’lah binasa tak berasa
Sepi lamunan malam dan sunyi lelap gelap mengusik lirih lirik lagu dungu teriak rindu yang semakin serak

Di penghujung matinya hari, elok indah sang purnamapun tak berdaya ‘tuk decakkan kagumku lagi

Tuesday, January 1, 2013

Pemakaman Seorang Sahabat

















Lekuk hitam mengguras jelas memburam sinar sepasang matamu
Sesat memberat hebat saat hela keras nafas menguras aura hidup yang kian redup
Tubuh lusuh tersungkur rubuh di gemuruh padat rutinitas yang dulu kau tantang dengan lantang

Jejak langkah lemah tak berarah
Kau terengah digilas buas laju waktu

Saat nikotin tak lagi tenangkan batin
Kau sudah kalah

Kala air keras tak bisa memulas waras
Kau telah menyerah

Ketika candu neraka ajak kau melupa perih duka rasa luka
Kau sudah mati

Berdiriku di sini sendiri memandang batu nisan menancap di gundukan tanah segar
"Disini dimakamkan sorang Sahabat" 

http://kemudian.com/node/267324

LAGU KITA TERASA MENYIKSA SAAT BIBIR TAK BERBAHASA





















Enam senar gitar memandang nanar
Lima jari tangan menyentuh luruh
Lirih lirik kidung rindu menggetar rongga sadar
Lagu kita terasa menyiksa saat bibir tak lagi berbahasa

Enam senar gitar berteriak serak
Lima jari tangan menjamah resah
Nadanada yang pernah kita punya menyesak dada
Lagu kita sangat menyiksa saat langit di atas kita tak lagi sama


http://kemudian.com/node/271998

Wednesday, August 17, 2011

MIMPI BURUK TERINDAH (My Sweetest Nightmare)

Antah berantah kisah tak tentu arah berbuah serapah dan resah telah membuncah

I got you stranded between my blood and soul

Berulang kali kuucap cinta tiada jeda mentahkan sosial muntahkan norma

I need you bad as I face my dying day

Jengah kita telah kalah di dera jera jeritan dunia

How can you forget that you have sucked my blood dry?

Kelam indahkan kita ketika malam busukkan logika tanpa sepatah kata

Don't you know I will not die before I rip your heart out?

Tilas kibas sayap sang dara tinggalkan jejak parah asmara

I Admire your every emotion in each air that suffocates me alive

Aku lelah tiada darah saat kuseka perlahan resapan wajahmu di lekuk jantungku

Will it be out of line if I said " I miss you"?

Saturday, July 23, 2011

BINGKAI IMAJI FIKSI DAN REALITA TAK RATA

















Di suatu malam penuh warna
Merah, kuning, biru, hijau
Ku pandang takjub ke arah bingkai imaji fiksi dan realita tak rata di depanku
Dua pria gemuk mati rasa tengah membelah kepala
Hujatan, hinaan, ejekan terlontar datar, bingar dan sangar
Histeria para penggembira membahana, saat isi otak mereka terlihat jelas

Di sebuah siang pekat satu warna
Hitam
Ku ratap miris setengah menangis melihat bingkai imaji fiksi dan realita tak rata di hadapku
Sekumpulan penghuni bumi, kecil, muda dan tua sedang membedah perut
Mengeluarkan isinya, dan memakannya kembali

Di malam dan siang yang lain
Putih dan hitam terlihat samar
Ku cermat heran gambar kontras tak waras dalam bingkai imaji fiksi dan realita tak rata yang mulai mengganas
Komunitas orang setengah binatang di liar belantara kota, berlomba memutus nyawa
Potongan kepala, tangan dan kaki tersimpan rapi
Di halaman belakang rumah atau dalam koper terlantar tak bertuan

Di waktu yang tak jelas siang atau malam
Yang kulihat hanya merah
Ku tatap kecewa bingkai imaji fiksi dan realita yang semakin tak rata
Terhampar gambar hampa pekuburan, berhias nisan – nisan berlumur darah:
“Atas nama mahluk yang dulu bernama manusia”

Saturday, July 9, 2011

TERUNTUK DIA YANG TIADA DUA

















Membalut mimpi sepi dalam indah sendiri di jeda nada dunia
Tertunduk suntuk mengutuk kutuk jera asmara, di tengah merdu nada sumbang sumpah serapah
Kesekian ribu kali, aku meratap tatap sedih jebak semu sendu rindu akanmu
Sayang, aku makin gamang dalam ruang gersang yang tak kian terang

Mencoba menjelas bayang pudar di remang pendar sinar sorot matamu
Terkilas tak jelas senafas kisah basah yang pernah terjamah
Tak kuasa ku kubur umur dalam alur rata cerita tentang cinta yang tak ingin kuakhiri
Sayang, aku disini rangkai kembali bangkai hasrat dalam kenang remang serpihan kita


"teruntuk dia yang tiada dua"

Thursday, June 23, 2011

AKU PILIH BEBAS SAAT WARAS TERLALU JELAS

Aku
Terpaku membatu saat sadar berpacu
Normal memang bebal
Ketika biasa buatku putus asa

Aku
Berjuang buang senang saat derita jadi berita
Rasa jadi rata
Ketika semua yang buatku gentar ternyata tidak benar

Aku
Hampa saat ikatan tak lagi jadi beban

Maaf sayang,
Aku pilih bebas saat waras terlalu jelas

Monday, May 30, 2011

I MISS YOU (monolog tunggal satu pelaku)

Lagu tema drama dilema trauma asmara kembali bergema
Siluet wajah indah menghitam gerai rambut, melesung manis pipi
Latar hitam membelakang lakon lelucon kisah rasa terlarang
Ironisasi basi cerita cinta yang klise

Pelaku yang hanya satu terpaku membatu adegan rindu
Visualisasi cantik dara tersayang membayang layar
Menerang buram, namun tak tergenggam,
Mencerah resah, walau tak terjamah

Lelaki aktor lelaku kaku mendesah lemah tanpa gairah
Bermonolog tunggal satu kalimat,
“I miss you…”

Tuesday, February 1, 2011

SAYANG

Ingatkah kau sayang saat kita melupa nyata di rata dunia
Jerat kata menjuta kosa dosa terasa indah gugah gundah gairah
Rajut kusut mimpi di suntuk peluk
Membimbang kecup degup rasa tak biasa
Tiada kuasa kita tolak hentak jantung memacu detakdetik ragu waktu
Bercumbu kita di ambigu rindu

Lupakah kau sayang ketika kau dan aku didihkan uap pengap di luap romansa
Senang kita selalu di suasana tak tenang
Meremang terang fajar
Menerang gelap matinya hari
Kau kan tetap ada di saat aku tiada
Menjaga nada kita agar tak sumbang di hantaman distorsi narasi basi sang norma manusia
Pesanku untukmu sayang,
Jangan terlalu santai
Awas ada badai
Aku akan datang setelah aku bisa terbang

Friday, December 3, 2010

BERITA KEMATIAN

Tanpa sekecap rasa, tidak berlandas kasih berbelas, kau datang menggenggam geram organ hidupku yang masih setengah berdegup dan basah berlimbah segar darah, sembari berujar, "Aku kembalikan jantungmu!"

Kupandang hambar ke arah potongan daging yang pernah bermetamorfosa menjadi rekah mawar merah bertangkai tajam, yang dulu tertusuk tepat ulu hatimu itu, lalu menjawab "Semua yang telah dan pernah jadi milikmu, tidak akan pernah bisa hidupkanku lagi!"

Saturday, June 5, 2010

"KAMU PULANG JAM BERAPA?"

“Hari yang lama …di kantor yang sama…”
Di ruang penuh mayat mimpi, dan caci maki, aku duduk pandang monitor usang mungkin untuk jutaan atau ribuan juta kalinya. Seperti biasa yang kesekian ribu kali, atau kesekian milyar kali, dia bertanya, bertanya hal yang biasa, bertanya hal yang mungkin tanpa makna “Kamu pulang jam berapa?”.
Layaknya waktu – waktu yang lalu, atau semua saat yang telah lewat, aku menjawab dengan mengulang pertanyaan biasa-nya ““Kamu pulang jam berapa?”.
Mirip momen sebelumnya, aku pun akan bermufakat dan sepakat dengannya untuk pulang pada jam yang ia sebut.

“Malam yang pendek ….masih di kantor yang lama …”
Layar elektronik di depanku bergetar. Mungkin tak kuat menahan penat pekatnya ruang yang penuh mayat mimpi dan caci maki ini. Dia datang lagi mengumbar hambar tanya yang tiada beda, seperti biasa, dan mungkin juga tidak bermakna “Kamu pulang jam berapa?”.
Pendek cerita, kitapun meninggalkan bangunan tua penuh cerca yang kita sebut ruang kerja, pada jam yang tidak berlainan.

“Kantor yang sama …..kantor yang lama …”
Untuk sekian milyar kali, entah mengapa aku masih menanti bibir manisnya ujar kalimat tanya yang sama. Tapi kata – kata yang kurindukan melebihi nyawaku, suara manja yang kudamba melebihi hidupku, tidak kunjung menghampiri indera dengarku yang sejak tadi menganga dahaga. Layar usang di depanku kembali bergetar. Kali ini bukan karena muak melahap jenasah tewasnya mimpi, atau busuknya caci maki, yang telah beranak pinak di sel penjara bobrok yang aku sebut kantor ini. Tapi monitor elektronik kecil di saku-ku mulai bervibra dan berteriak kencang, mendering bising. Di wajah alat itu, terpampang nama yang aku hafal melebihi namaku sendiri… nama yang kukenal bagai bayanganku, kutahu seperti bau keringatku. Nama itupun bersuara nada tanya “Kamu pulang jam berapa?”
Tanpa argumentasi atau keinginan untuk menambah narasi, aku harus pulang. Pulang ke nama yang yang aku hafal melebihi namaku sendiri itu, ke nama yang kukenal bagai bayanganku itu, ke nama yang kutahu seperti bau keringatku itu…..
Dan bukan pulang bersama kata – kata yang kurindukan melebihi nyawaku itu, bukan pulang bersama suara manja yang kudamba melebihi hidupku itu…. Bukan…

"kenangan BTV 2008 - 2009"

Sunday, October 12, 2008

TANDA BACA HIDUP









Tanya (?)
Kemungkinan dan ketidakmungkinan
Jawab hanya harap tuk kedap uap cuap
Ilusi buatku berisi
Mati jadikan ku berarti?

Seru(!)
Hey aku
Jangan membatu
Bangkit, sudah waktu
Tapi sakit tak jadi gagu

Koma(,)
Berhenti sejenak
Benahi benak
Obati koyak
Tenangkan konak
Sebelum segala rusak

Titik(.)
Sekian
Tamat
The End
Game Over
Lalu?
Kemudian?
Hey aku, mengapa tanya kauujar lagi?


Saturday, October 4, 2008

PRIA BIASA DAN WANITA LUAR BIASA













Aku pria biasa
Tak punya racun atau bisa
Hanya lelaki sinting berotak miring
Mainkan emosi
Jadikan puisi

Dia wanita luar biasa
Racunnya buatku binasa
Psikopat licik berwajah cantik
Melirik bengis
Bertopeng tangis

Aku korban, dia pelakunya
Sama - sama terkapar di tempat kejadian perkara
Aku mati karena dia bunuh diri
Dia tewas, akibat aku tak sadar diri

Friday, October 3, 2008

SEPI INSPIRASI MEMUTILASI DIKSI













Belati fiksi menikam geram
Puasa romansa membuta kata
Nyanyi sunyi fantasi bungkam ilham

Sepi inspirasi memutilasi diksi

Angan mati rusakkan irama rima
Ini nyata bukan metafora
Aku berduka saat luka tak menyapa

Sepi inspirasi saat kau tak di sisi

AKU DAN CINTA

















Aku dan cinta tercipta buta
Merayap gelap
Meraba malam

Aku dan cinta terlahir kikir
Pelit berkelit
Resah berlimpah

Aku dan cinta terbuat pekat
Menguat urat
Nikmat terjerat penat

Aku dan cinta bertekuk suntuk
Mengaduk kutuk
Melarut ribut

TERUNTUK WANITAKU …
















Teruntuk wanitaku di biru ragu,
Aku tahu kau jemu lihatku bisu
Kata hilang makna
Saat nyata terbata

Aku tiada daya
Walau masih bernyawa
Aku sadar
Tapi tak ingkar
Walau getar makin datar
Takkan gentar kutantang fajar

Teruntuk wanitaku di peluk suntuk,
Jujur aku t'lah lebur mengubur tutur
Tapi uzur umur takkan buatku luntur
Percayalah,
Meski lelah
Takkan kalah ku pecah gundah

Teruntuk wanitaku di lelap pengap,
Aku akui t'lah lengah
Jengah memisah jelantah
Tapi yakinlah, aku masih tegar memekar damar
Membuluh suluh, berbakar peluh
Mendulang remang, jadikan terang

Teruntuk wanitaku di jerit sakit,
Walau kulepas masa dari raga
Kau tetap 'kan jingga di jelaga dahaga jiwa

Sunday, July 20, 2008

SELAMAT DATANG DI NERAKA!!













Nikotin terbakar, kafein mendidih
Membekas malam, postur kita bertindih
Lebihi cepat cahaya, iblisku melesat
Datang saat remang, lenyapkan penat, indahkan sesat

Nikotin kembali menyala, kafein memanas
Setiap desakan, tusukan, gumulan, aku puas
Kau memang buas
Tanpa tunggu tiba pagi, malaikatku menguap
Muncul cantik berwujud, pudar saat hasrat meluap

Nikotin hangus, kafein membeku
Sepi meranggas, dingin mencekik, aku mati membiru
Roh kumuhku melayang dungu
Iblis manis dan malaikat cantikku sambut penuh suka
Tertawa lantang, pekak teriak "SELAMAT DATANG DI NERAKA!!!"

SAYANG, TUTUP MULUTMU!!!!

Sayang, tutup mulutmu!!!
Usah kau bedah desah gundah
Buka liang mulutmu lebar
Telan!!
Telan aku tak bersisa

Sayang, bungkam kalimat kesumat laknatmu!!!
Jilat bulat sesat nikmat syahwat
Lentang telanjang jalang
Nyalakan kobar birahi ber-api
Bakar!!
Bakar tubuhku jadi debu abu nafsu

Sayang, diam!!!
Bosan ku cerna beribu norma
Muak ku kunyah berjuta dogma
Aku nyaman lihat tubuhmu terhujam
Mari hentikan gerutu tabu
Matikan waktu!
Suntikkan formalin!
Aku ingin selamanya bersamamu dalam posisi ini …

ARRRGGHHH ...

Dia jamah lelah pasrah arwahku
Hentikan kelana resah tak tentu arah

Ku tak sadar atau menolak sadar
Sebayang iblis manis bekap aku lelap meresap pengap polusi mimpi mati

Arrgh
Cakar kekar tajam jemarimu
Menghujam indahnya dendam
Mencabik apik jantung murungku

Arrgh
Cecer parah darah lumuri rongga bolong dadaku
Lahap
Beringas
Buas
Dia kunyah jantungku
Sambil tanpa henti senyumi regangan badan kasarku menahan jerit sakit teramat hebat

Arrgh
Duri disekujur tubuhnya menancap tepat di seluruh nadi
Dia eratkan dekapan saat cairan merah kental mengalir deras
Tubuhku sekarat
Tubuhnya menguat nikmat

Arrgh
Ketika dia tahu aku masih belum mati
Sederet tajam giginya tembus leher tegangku
Sedot
Hisap
Puaskan dahaga menahunmu
Aku rela mati di tanganmu ...

TUHAN, TOLONG BUNUH DIA!!!

Tuhan tolong bunuh dia!!!
Jika tidak milikku, bukan milikmu

Bukan aku lagi, keras minuman pelenyap masalahnya
Aku hentikan biusku, saat tatapan dahaganya tidak lagi kulihat

Tuhan, aku mohon renggut nyawanya!!!
Aku hidup tak ber-arwah, lihat dia berburu nafas dicumbunya

Bukan aku lagi, setan pensesat nikmat dosanya
Sudah kupotong sepasang tandukku, saat ekor iblis lain dia genggam

Tuhan tolong cabut rohnya dan busukkan badannya!!
Takkan hampa tanganku yang telah cengkeram rohnya
Takkan kecewa tubuhku yang selalu dekap hangat tubuh wanginya

Jika ada yang ingin milikinya
Biarlah dia peluk badan busuk tanpa roh itu ...

LELAKI SADIS YANG MENCOBA ROMANTIS

Coba raba gila bara dosa
Temukan aku disana
Tiada panas, tak berwajah, coba berkilah, jilati darah

Persis!!!
Aku hanya lelaki sadis yang mencoba romantis

Tubuh nurani telah aku mutilasi
Mata mendelik sadar kutusuk buta
Lidah menjulur syukur kupotong putus

Hampiri aku gadis
Maukah kau kubunuh?
Bujur tubuh kakumu akan terlihat manis hiasi pembaringanku

Ulurkan tanganmu dara
Pasrahkan urat nadimu kusayat putus
Kan kulukis jelita parasmu
Ber-cat darah segar, di kanvas lembaran kulit keringmu

Tiada guna kau memelas nyawa, memiris tangis
Aku hanya lelaki sadis yang mencoba romantis

Tuesday, June 24, 2008

KANTIN DINGIN DI KANTOR BISING













Di kantin dingin berteman angin dan nikotin …
Kunanti lagi hangat hatimu
Tapi mengapa yang datang panas amarahmu?

Seperti hari yang lain …
Kau masih terlihat cantik
Walau senantiasa mendesah resah dan berbasah gundah…
Aah … kau memang indah …

Di kantor bising ini …
Kucermati lagi lepas bebas gaung beban tawamu
Kukagumi kembali ucap tuturmu
Mengucur deras mengempas keras nafas lamunanku

Seperti biasa …
Kau memang manis
Walau jiwamu menangis meringis ratapi mimpi tak tergapai ambisi …

Aah …. Walau kau lelah … kau tetap indah …

Thursday, April 10, 2008

AKU ADALAH ...

Jangan kau umbar kata – kata manismu di depanku...karena aku hanyalah mahluk sesat yang mati karena sanjungan, dan hidup bernafas hinaan....
Aku tahu ... aku takkan sanggup membantah sejuta pesonamu...
Aku takkan bisa tepikan hadirmu ...dan aku pun takkan kuasa melepaskan eratnya genggaman tangan letihmu ...

Kau ... kau juga takkan bisa acuhkan aku ...
Aku... aku adalah bayanganmu yang selalu akan ada di belakangmu saat pagi memudar, menyatu denganmu saat matahari berbinar di tengah angkasa, dan berada di depanmu saat siang bergegas pergi ...
Aku ... aku adalah matamu ... yang berpijar riang saat cinta itu datang, yang meredup lirih saat rasa itu pergi ...
Aku... aku adalah telingamu .. yang merintih sakit saat mendengar caci maki mereka, yang bergetar suka saat alunan nyanyian kasih menyapa lembut ...
Aku... aku adalah tanganmu .. menggenggam dan melepas mereka yang pernah singgah dan pergi di pelabuhan hatimu, yang selalu ramai dalam kesepian dan sepi dalam keramaian ...

Aku... aku adalah bagian dari dirimu....
Namun, dirimu tidak akan pernah bisa menjadi bagian dariku ...
Tidak sekarang..... dan tidak juga nanti ....

JIKA TUHAN ADALAH MANUSIA .....

Jika Tuhan adalah manusia .....Apa Dia akan cukup bodoh, untuk melukai hatinya berulang kali dengan tikaman – tikaman belati rasa yang bernama cinta?

Jika Tuhan adalah manusia .... Akankah Dia cukup tolol untuk membenamkan hasratnya pada kubangan kepedihan untuk kesekian kalinya, atas nama cinta ?

Jika Tuhan adalah manusia.......Apa Dia akan cukup nekat, untuk menggali kembali kuburan jasad - jasad derita dan luka ... untuk kembali memakai tubuh yang lama, dalam petualangan baru kematian cinta?

Jika Tuhan adalah manusia ...Apa Dia akan cukup gila untuk kembali terjebak dalam jeratan ambisi terlarang yang sama, hanya demi emosi semu sesaat yang dinamakan cinta?

Saat hantu - hantu pikiranku sibuk memperebutkan lahan kekuasaan, dan mencoba mengambil alih roh sejatiku ... Tuhan datang padaku dan berkata ”Aku memang menciptakan manusia untuk menjadi bodoh, tolol, nekat, dan gila untuk dapat merasakan, menikmati, tersakiti dan terbunuh oleh penyakit indah mematikan, yang Aku namakan cinta!!!”

BELAHAN JIWAKU BERKATA ...

Di penghujung masa mudaku, belahan jiwaku berkata ”Sayang, sesosok mahluk asing telah menyusup cepat ke relung sukmaku, saat kau lengah dan sibuk bergelut dengan lembaran mimpi semu – mu di dunia khayal! Jika saja saat itu kau memijak bumi, andai saja waktu itu kau hidup di alam nyata, aku tidak akan larut dalam candu cumbu – rayunya!”

Diriku yang marahpun berujar ”Akan ku bunuh wujudmu dan kubantai sosoknya, lalu ku kuburkan jasadmu dan mayatnya dalam liang kebobrokan pemakaman akal sehat yang bernama cinta!”

Sementara diriku yang letih berbisik pelan ”Aaah, aku sudah terlampau bosan dan lelah dengan sandiwara kewajaranmu di depanku, sementara di belakangku kau meludahi kebodohanku, dan menari di atas ketidakpedulianku!”

Belahan jiwaku menarik nafas panjang ....tidak pernah sebelumnya aku cermati wajah sesalnya, hati bimbangnya dan pikiran pekatnya... dengan ucapan dinginnya dia lalu berucap ”Lepaskanlah aku.... bebaskanlah arwahku yang terlalu erat kau cengkeram ... kembalikanlah sepasang sayapku ... dan biarkanlah aku terbang bersama dia yang datang bagai petir dan mengajakku pergi bersama gelegar guntur!”

Diriku yang gusarpun berteriak ”Tidak, tidak akan aku lepaskan dirimu... tidak akan aku bebaskan arwahmu, dan tidak akan aku kembalikan sayapmu ... karena dirimu adalah diriku, arwahmu adalah arwahku, dan sayapmu adalah sayapku....... jika aku berikan itu semua, aku akan mati.. dan kaupun akan tewas...!”

Sementara diriku yang terluka parah merintih sakit ”Tidak sadarkah kau belahan jiwaku, kalau aku adalah langit biru-mu yang selalu akan setia menaungi kisah hitam dan putihmu, walau kilatan petir dan gemuruh guntur datang silih berganti ...?”

Monday, April 7, 2008

SUATU HARI AKU BISA SAJA MENJADI DIRIMU ...

Kekasihku ... lepaskanlah dirimu dari belenggu sesal...tatap mataku, genggam tanganku...kan ku ajak kau menikmati kilau cahaya terjaganya sang mentari, dan kan ku bawa kau larut dalam kelamnya langit malam tak berbintang ...

Jangan sanjung diriku setinggi angkasa, jangan kagumi aku seluas bumi, dan jangan rendahkan dirimu ke dasar samudra, karena suatu hari aku bisa saja menjadi dirimu ...

Kawan karibku ... hapuslah bayang gelap itu dari wajah cantikmu ...lihatlah diriku, resapi setiap kata – kataku ...mendekatlah ... kan ku beberkan semua rahasia kisah dunia, dan kan ku hapuskan segala resahmu akan keburaman hari esok ...

Jangan sakiti dirimu dengan mencoba menjadi berbeda, jangan hempaskan anganmu dalam perihnya luka masa silam, dan jangan anggap aku lelaki beruntung yang memiliki segalanya, karena suatu hari aku bisa saja menjadi dirimu ...

Aku hanyalah orang gila dengan kutukan kebijaksanaan ...
Aku hanyalah pria tidak waras dengan anugerah kesabaran ...
Sementara engkau... kekasihku ... bagiku kau adalah setetes air dalam kering – kerontangnya gurun pasir pikiran kemarauku ...kau adalah seberkas sinar terang yang menyeruak menembus rimbunnya semak – belukar ambisi hitamku ...
Sedangkan engkau ... kawan karibku ... bagiku kau adalah sebulir embun menyejukkan yang selalu bisa membangkitkan kembali malasnya roh pagi hariku... kau adalah seteguk obat penawar racun kesesatan, yang telah menyeretku kembali ke dalam rengkuhan alam kesadaran ...
Suatu hari nanti ... alangkah berbahagianya jika aku bisa menjadi kalian ....

Friday, April 4, 2008

666

6 tahun lalu, saat kutanya dirimu tentang arti cinta... kau bilang ”Sayang, cinta adalah dirimu!”...

Saat itu, aku telah tetapkan dirimu sebagai pendamping hidupku 6 tahun kemudian ...

6 tahun berlalu cepat di bawah sadarku ... sampai 6 bulan silam ... ketika kutanya lagi kau tentang makna cinta ... kau bilang ”Sayang, mengapa aku tidak bisa lagi menemukan cinta dalam dirimu?” ...

Waktu itu aku jawab ”Sayangku, aku tidak hidup karena cinta, darahku mengalir dan jantungku berdetak bukan karena cinta, aku juga tidak akan mati karena cinta, udara yang kuhirup bukan berasal dari cinta, jadi aku akan tetap melengkapimu, walau tanpa cinta...!”

Dan ... sampai kini kau dan aku masih bersama, walau tidak pernah lagi kata – kata cinta itu terucap ...... sampai pada 6 jam lalu, kau berbisik mesra ”Sayang, kau telah membuatku jatuh cinta lagi!”

Aku hanya tersenyum dingin, dan berujar pelan ”Sayangku, 6 jam lagi, 6 bulan lagi, atau 6 tahun lagi ....Apa aku masih akan sanggup membuatmu jatuh cinta?”

Friday, March 28, 2008

WAHAI TEMAN BAIKKU

Wahai teman baikku, alangkah berjasanya dirimu ...
Kau telah bantu aku lelapkan semua sesal ..

Tidurkan segala duka ...dan lupakan sakitnya luka ...
Merasuklah ...
Menguaplah ...dan menyatulah denganku ..
Bersama kita terbang menggenggam awan dan menggapai bintang ...
Wahai teman baikku, aku kini sekarat dalam kerinduan ...
Aku mohon datanglah ...
Segenap saraf tubuhku meregang hebat, menanti hadirmu ...
Seluruh urat nadiku meradang keras mengharap sentuhan memabukkanmu
Teman baikku, muncullah ...
Aku ingin meregukmu...
Aku ingin menghisapmu sedalam – dalamnya, dan memuaskan dahagaku akan kenikmatan bercumbu di pelukan maut denganmu ..

Wahai teman baikku, kekecewaan ini menyeretku kembali ke dalam jurang keputusasaan
Mengapa kau khianati aku ???
Di tengah perjalanan mudaku, kau bawa sang pembunuh berdarah dingin ke taman bermain kita ...
Aaaah, berakhirlah sudah petualangan jalang kita ...
Sang malaikat kematian telah meledakkan kepalaku ...
Meremas jantungku ...
Mencekik paru – paruku ...
Dan mencabut nyawaku ...
Sementara teman baikku hanya tersenyum dingin, memalingkan muka.. dan berlalu mencari korban berikutnya ...

Thursday, March 20, 2008

SETAN PENGGODA YANG KUDAMBA

Temaram jingga aura langit sore, benamkan kembali akal sehatku dalam lubang asa gelap tak berdasar …

Di sini, di sudut hati yang sama, aku sangat ingin menyakitimu, menyiksamu, mengkhianatimu, hingga kau rasakan semua luka dan perih yang telah menghabisi segenap ketakutanku akan kelamnya dosa …

Dia … ya dia… Dia adalah sesosok setan penggoda yang kudamba, datang dan menghuni ruang kosong jiwaku yang telah mati …

Hey, lihatlah wahai sang pembunuh jiwaku, setan cantikku telah menghidupkanku kembali!! Yeah, aku adalah mayat hidup yang menari – nari di atas kuburan jasadku yang terlalu alim… terlalu baik …. terlalu naif… hah..!! cepatlah kau membusuk wahai tubuh mudaku …….aku tidak membutuhkanmu lagi …

Tuesday, March 18, 2008

SAAT AKU BERSAMAMU … AKU ADALAH KEKASIHMU …

Siraman sejuk sinar matamu, dalam sekejap cerahkan kembali ruang hitam hati ini, yang sejak lama terjerat erat dalam gelapnya dekapan sang malaikat kematian rasa …

Entah mengapa, aku tak kuasa menolak kedamaian yang kau tawarkan, dalam setiap detik kebersamaan kita, lalui indahnya kebisingan hingar - bingar perdebatan manusia, di dunia yang kita sebut bumi ini …

Aku tahu, aku takkan kuasa menjanjikan bulan, atau mengambilkan bintang untukmu, tapi yang aku tahu, saat ini……di tempat ini……..saat aku bersamamu … aku adalah kekasihmu …

Hey, sobat …Tolong beri tahu aku, mengapa aku sangat menginginkanmu? Di tengah raungan dan lolongan pikiran liarku, aku selalu melacak jejakmu di setiap sudut otakku…

Aah.. andai aku bisa… aku akan memelukmu erat, menciummu sepuasku, dan setiap saat kan kubisikkan serangkai kata indah di kupingmu …Tapi bisakah aku mengucap doa, ketika yang kuinginkan mereka anggap dosa??

Aku tahu, aku takkan sanggup menurunkan matahari dari langit, atau membawamu terbang menembus awan, tapi yang aku tahu, saat ini……di tempat ini……..saat aku bersamamu … aku adalah kekasihmu …

Friday, March 14, 2008

HEY SOBAT!!!

Hey, sobat ... ingin rasanya kujabarkan dengan gamblang arti dari rumitnya sandi - sandi nada bicaramu ...rahasia dari kode - kode aneh sinar matamu ... dan menguak kata kunci untuk memasuki hati liarmu ...

Hey, sobat ... ingin rasanya aku membelah kepalamu ... membongkar isi otakmu ... membaca setiap rahasia ambisi tergilamu... agar terpuaskan keingintahuanku akan semua tentangmu dan semua tentang kita ...

Hey, sobat ... aku tahu hasrat ini terlarang ... aku sadar rasa ini tidak layak kutumbuhkan... karena kita hidup, dan akan selalu mati dalam belenggu norma dan kamuflase kewajaran....Tapi tahukah kau, fatamorgana keelokan sosok
cantikmu, selalu karamkan keinginanku untuk kembali sepenuhnya ke pelukannya ...

Hey, sobat ... andai masa silamku tak sekelam derita kegundahanmu, dan masa depanku tidak seterang binar matamu, mungkin sekarang sudah kugenggam luapan emosi gelapmu dan kuhidupkan kembali jiwa sesatmu ... dan kitapun kan menari lagi dalam lingkaran setan kematian kesadaran...

Monday, March 10, 2008

NICE TO MEET YOU

Jeratan kodrat Sang Penguasa Alam telah pertemukanku denganmu
Di tengah deru luapan luka dan duka hati sepimu, saat itu.......aku tahu aku harus memilikimu..
Dan ketika kau sambut dekapan inginku...
Sontak...angan lusuhku berteriak ..."Hey cinta... senang berkenalan denganmu!!"

Sepasang sayap kekar sang waktu dengan cepat mengepak.. dan membawa kita ke luar dari masa silam
Aaah, mengapa apa yang dulu kau sebut cinta kini terlupakan tanpa rasa???
Tanpa daya, tanpa berontak......kau terjebak dalam perangkap nafsu dia yang ingin menghisap habis sari hidupmu
Tanpa kusadari, dalam kesempurnaan pengkhianatan, aku berguman lirih... "Hey, luka... mengapa aku harus berkenalan denganmu??"

Keburaman rona langit siang yang bersimbah noda hitam pekatnya sang mendung, bangunkanku di masa kini
Disini, disampingku... dirimu masih terlelap dalam selimut tebal maafku, yang tidak kuasa untuk tidak kuberikan ...
Uhh, ternyata dengan luka sukma yang masih meneteskan darah, dalam ketidakmenentuan suasana, aku masih, dan akan terus menginginkan dirimu, untuk bersamaku menghabiskan sisa hukumanku dalam penjara dunia ...
Di tengah kebisingan pertikaian kesadaran dan penyesalan, dalam setiap tarikan nafas aku berbisik "Hey, bimbang... apakah kau senang bisa berkenalan denganku??"

Di tengah sesaknya semak ilalang kehampaan, aku telah kehilangan arah dan tidak tahu mesti melangkahkan sepasang kaki lelahku kemana....
Dalam keputusasaan yang kian mengikatku erat dalam jeruji keterasingan.........aku berteriak sekuat tenaga......"Hey, Kematian... alangkah senangnya jika aku bisa berkenalan denganmu sekarang!!"

Saturday, February 23, 2008

MALAIKAT KECILKU

Atas kuasa Sang Pencipta, malaikat kecil itu telah bereinkarnasi dalam wujud mungil penuh cahaya surgawi ...
Dalam sekejap, tangisan lantangnya segera cerahkan buramnya auraku dan ceriakan muramnya dunia nyataku
Dalam setiap hembusan nafas dan gerakan polosnya, tiada henti ku syukuri anugerah terindah Yang Kuasa, yang kini gairahkan sudut - sudut hampa hatiku............
Seringkali ku kagumi wajah kecil tanpa dosanya, yang menatapku seakan selalu mengharap belaian dan ciuman mesra dari sosok kasarku, yang dipenuhi duri kekecewaan dan keterasingan ...

Menangislah malaikat kecilku, tunjukkan pada dunia yang angkuh bahwa air matamu mampu bawa tawa bahagia dan senyum kehidupan pada semua insan yang menatapmu dengan penuh kekaguman...
Tersenyumlah malaikat kecilku, perlihatkanlah kepolosan raut wajahmu, sehingga malam yang sombongpun akan menunduk malu dan membiarkan sinar bintang kejora hinggap di sepasang bola mata indahmu ...

Friday, February 1, 2008

THE LIVING DEAD

Trap in loud echo of disastrous logic catastrophe
My numb mouth keeps on blowing conscience smoke into the overheat atmosphere
My dead brain is playing tricks again ...
Burned out...
Wore out ...
Left out ...
In the end, I'm bored - alone unveiling the great mysteries of this damaged ecosystem
Just another day in narrow pit of hell that we called paradise
The living - dead ...
The breathing - corpse ...
The walking - zombie ...
Is that me???
Starring at the black sun
Trying to fly with my broken wings ...
Tears turned to blood ...
When all I ever wanted was to die peacefully in YOUR hand ...

Wednesday, January 30, 2008

SANG PENGELANA BERSAYAP PATAH

Di persinggahanku yang ke - 5, aku baru sadar ...
Aku hanyalah seorang pengelana lancang yang menatap silaunya sinar matahari
Saat mataku mulai meredup ... akupun tak kuasa menolak anggunnya kilauan cahya bulan ...
Aaaah ... andai sayapku tidak patah tertebas gerhana ...

Pasti aku sudah terbang menggapai matahari, atau melayang ke pelukan bulan
Tapi apa daya aku tidak bisa lepas dari cengkeraman malam, ketika siang yang kudamba tak kunjung tiba ...

B L A C K H O L E

Ditemani sebatang nikotin, aku hisap dan hembuskan asap kebimbangan, yang perlahan menghilang tertelan heningnya teriakan kesadaran ...
Disini, di tempat yang sama, ku kembali mencoba pahami liku cerita peranku di alam fana
Perang ... ya mungkin aku sedang berperang ...melawan musuh yang samasekali tidak ingin kuhadapi ....KESADARAN ...

OH GOD, apa aku masih layak untuk menyebut nama-Mu?? ketika yang KAU sebut dosa terasa biasa... apa aku masih berhak atas nafas ini??
Apa aku sudah terlalu lama menari di pelukan setan, sehingga bisik - Mu sudah tidak lagi bisa kudengar??

Aku kini terjebak ... terjebak dalam lubang kematian jiwa yang kugali dengan cakar - cakar kebencian
Figur - figur mempesona-Mu terus mencoba menarikku keluar dari lubang ini ... tapi mengapa setiap kali aku terperosok kembali ...
Tolonglah aku sudah lelah, jangan tarik aku lagi, lambat laun aku merasa nyaman disini, berteman raungan sepi dan didekap erangan sunyi ...
Aku kini tidak ingin keluar dan harus menatap sinar - Mu yang terlalu menyilaukan
Aku tidak akan sanggup memandangi wajah - Mu yang pasti akan selalu tersenyum, tidak peduli seberapa jauhpun aku telah tersesat ...

Monday, January 28, 2008

H A N Y U T

Aku terjebak dalam kepanikan emosi tak terdefinisikan, setiap kali dia masuki ruang gelisahku
Dia adalah bintang terangku
Ketika langit malam yang pekat mengejek cerita kegundahanku …
Ambillah nafasku…
potonglah urat nadiku …
Tikamlah jantungku …
Karena aku tak kuasa untuk tidak memujanya …
Aku telah hanyut….
Hanyut dalam manja gerak sikapnya …
Hanyut dalam gemulai tarian tingkah polahnya ….
Hanyut dalam riang gema tawanya…
Hanyut dalam manis rengkuhan senyum indahnya …
Hanyut … entah sampai kapan ……..

Friday, January 25, 2008

KETIKA

Ketika sang surya seakan bosan dengan kemunafikan hari, dan perlahan menenggelamkan wujudnya di peraduan bumi barat, saat itu juga aku mulai merindukan paras indahmu ...
Ketika sang fajar menggeliat malas di batas langit timur, terbangun oleh kebisingan polusi suara rutinitas manusia, saat itu pula aku mulai mencari sosok cantikmu di kerumunan para pencari cinta ...
Ketika aku mulai terdiam, dan menikmati setiap lekuk wajahmu yang sempurna, aku sadar dalam hasrat semu-ku, k
au terlalu nyata untuk dapat kumiliki ...
Ketika waktu seakan berhenti berputar, kutelusuri setiap sudut hatimu... namun ucapan yang kudamba, tida
k kunjung terujar dari bibirmu yang merekahkan senyuman manis berjuta makna...
Ketika aku mulai larut dala
m kesamaran tingkah polahmu yang menyusup manja mengharap rengkuhan erat tangan - tangan sepiku.. aku tak kuasa mengacuhkan getaran hasrat itu... bagai sang malam yang mengharap siang tidak pernah tiba ...
Namun, ketika kebersamaan kita harus berakhir, akankah ada perempuan seindah dirimu, yang mampu membuatku bernafas kembali, walau hanya sekejap
???

Thursday, January 24, 2008

aaah ... shit!!!

Aaah shit!!! kata - kata kasar itu selalu terujar, setiap kali aku terhempas dalam gelap, ketika suluh terang itu mati, akibat ulahku sendiri ...
Setiap kali aku terbakar... terbakar... akibat rasa yang aku sendiri tidak bisa pahami... apa aku layak merasakan apa yang seharusnya tidak aku rasakan???
Apa aku layak, ingin memiliki apa yang seharusnya tidak aku miliki????
Setiap sentuhan dan dekapan manjanya, semakin larutkan aku dalam rasa yang selama ini aku tampik dan aku asingkan ...
Rasa itu telah lukai hatiku, yang hingga kini masih meneteskan darah segar, mekumpuhkan setiap saraf di tubuh kasarku ...
Aku telah buang jauh rasa itu, tapi kenapa dia datang lagi, kenapa rasa itu tidak bisa aku bunuh? Aku telah menguburnya, membakarnya, membacoknya ribuan kali, tapi mengapa ia selalu hidup kembali di tempat, waktu dan pada orang yang salah???

Aaah shit!!! Apa aku cemburu?? Ketika dia bersamanya....siapa aku??? Siapakah aku di matanya?? Siapakah aku di hatinya?? aaahh, aku hanyalah seorang lelaki bodoh yang tidak bisa membedakan dia yang melengkapi aku, dan dia yang menyenangkan aku ...
Aku kini terluka, terluka oleh ulahku sendiri ...sakit ... sakit oleh kelakuanku sendiri!!!
Apa aku telah berbuat salah?? Aku merasa tidak melakukan hal yang salah?? apa aku sudah dibutakan oleh pancaran aura tubuhnya yang begitu menyilaukan?? hingga logikaku tertutup nafsu, sehingga perbedaan antara benar dan salah terasa begitu buram???

Aaah shit!!! hanya kata - kata kasar itu yang selalu terlontar dari mulut liarku yang tidak pernah terpelajar oleh tata krama dan norma....
Apakah sedetikpun aku tidak layak merasa bahagia, merasa lengkap, tanpa ada beban, tanpa ada rasa bersalah.......???
Mengapa KAU selalu renggut semua yang mampu buatku tersenyum? semua yang bisa buatku hidup?? semua yang sanggup buatku tertawa dalam kepedihan????
Mengapa????Pertanyaan tak bermakna itu selalu berdetak bagai bom waktu dengan timer yang seakan segera meledakkan segenap tengkorak kepalaku beserta isinya...........

Aaah shit!!!! Please, jangan umbar rasa sayangmu lagi kepadaku, karena aku akan sekarat lagi jika rasa itu tiba - tiba KAU renggut lagi.......dan lagi ........... dan lagi.............
Dia yang aku suka, tiba - tiba menyesali semuanya.........semua sentuhan itu, semua ciuman itu, semua gelak tawa itu, semua pandangan mata itu.......
Apa aku terlalu menyeramkan untuk digenggam?? Begitu mengerikankah aku sehingga dia tiba - tiba menjauh, tanpa ada sebab, tanpa pertanda..........


aaaaaaaah shitttttttt!!!!!!!!!!!!!!!


Monday, January 21, 2008

SHE'S UNRESISTABLE

Di celah kesepianku, sosoknya menyusup indah, menggugah rasa gundahku

Semakin ku jamahi lekuk – lekuk cantik gaya ucapnya, semakin ku tertambat di relung hasratnya yang dipenuhi teriakan kerinduan ...

Sejak lama telah kucoba pahami getaran gelisah yang selalu pekatkan hitamku, dan beningkan putihku...ketika hadirmu tak kuasa ku bantah.....

Dalam hasrat tergelapku... andaikan kau pahami betapa aku menginginkan belaian nakalmu dalam setiap fantasi gilaku ...

Sunday, January 13, 2008

LOVE IS NONSENSE

Wasting hours, spending days in denial
If life is an enigma, what is our final destination?
Spontaneous brain destruction is our way of existence
Emotions burst like exploding firecrackers
All this pathetic excuse for mating called love, is a pack full of nonsense
When you are enslaved by the material earth, all that left are clash n conflict….
Tears mean nothing when you ungrateful for what you are..
And you will suffer for the beast that you shall be…
Vomiting idealism out of your character – esteem
You are what you have created
Look in the mirror; can you see what you look like?

Just a grouchy old woman with a lot of indecent fantasies …….

Sunday, December 30, 2007

HAPPY NEW YEAR 2008



















Waktu yang merajut hari – hari rutinitas kita adalah siang dan malam yang terus datang silih berganti…

Tanpa kita sadari, seiring detakan jarum arloji kehidupan, satu tahun telah berlalu…

Kini, kita harus tinggalkan deraian air mata, dan luapan tawa suka yang hiasi catatan masa lalu dan menggenggam merekahnya senyuman hari baru dengan kemantapan hati …

Satu detik lewat tengah malam, seiring meriahnya letupan pesta kembang api yang hiasi keceriaan suasana pergantian waktu, TAHUN BARU TELAH TIBA!!!

Dengan terbitnya matahari tahun 2008, mari kita songsong masa baru dengan asa dan harapan baru untuk menggapai segala keinginan yang masih belum tercapai…..

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!!

Di tengah hiruk – pikuknya amal dan dosa yang kita telah tinggalkan di masa silam

Satu berkas cahya harap baru, pelan menyeruak diantara rimbunnya semak belukar kehidupan …

Lelapkanlah setiap sesal, lupakanlah semua duka, dan biarlah dirimu terhanyut dalam luapan arus keceriaan malam pergantian tahun ….

Dengan menatap lantang terbitnya sang bintang siang di ufuk timur, dunia menyambut lahirnya tahun baru….

Dekaplah erat euforia kemeriahan pergantian masa dan jadikan cambuk semangat untuk meniti asa baru guna wujudkan mimpi tertunda …

Dengan ucap syukur kepada Sang Pencipta, mari kita sambut datangnya tahun baru 2008 dengan optimisme membara akan masa depan yang lebih baik dari tahun sebelumnya…

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!

Tumpukan resolusi harap tak tergapai di tahun lalu, kini telah siap untuk kita tuliskan di lembaran - lembaran waktu tahun baru 2008

Cerita kehidupan, kelakuan cinta dan cita menanti untuk kita perankan dalam kemisteriusan belaian detik, jam, hari, minggu dan bulan yang masih belum terjamah…

Genggamlah mimpi dengan lebih erat, hiruplah lebih dalam segarnya embun kelahiran roh asa baru, dengan ketegaran hati menantang sombongnya amukan badai duka dan suka …

Marilah kita susun rencana kedepan dan tentukan arah langkah kita dalam balutan alas kaki keselarasan pikiran, raga, dan jiwa ….

Dengan tetap mengumandangkan puja kehadapan Yang Mahakuasa dan perjuangan pencapaian tujuan yang tak kenal lelah.. niscaya tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu…….

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!!!

Senyuman pagi, perlahan bangunkan lelap tidur sang surya dari peraduan belahan bumi timur, seiring dengan terbitnya era baru …

Seakan tiada lelah perputaran sang waktu, telah membawa kita kembali tinggalkan rajutan masa silam, untuk bangun hasrat baru dan raih ambisi tertunda bersama pahit - manisnya kisah hidup yang masih belum tertuliskan

Kepakkan sayap doa dan upayamu, tembus tebalnya awan ketidakpastian, dan terbanglah tuk gapai angan tertinggimu

Seiring memudarnya binaran sinar sang bintang di langit tahun 2007 dan munculnya biasan berkas cahaya matahari tahun baru 2008, sebuah arena petualangan baru telah menunggu untuk kita jelajahi bersama ...

Peganglah erat hati orang – orang tercintamu, jajaki hitam putih kehidupan di tengah berkilaunya warna – warni gemerlap duniawi, dengan tetap pada satu keyakinan bahwa Tuhan adalah sang Maha perancang segala rencana ...

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Sandiwara kehidupan kita, kini telah memasuki episode baru, mungkin dengan bergantinya peran yang kita mainkan, atau bertambahnya aktor dan aktris pelaku kisah dunia, dengan masing – masing tingkah polah mereka…

Beragam kisah, yang telah kita lalui di episode sebelumnya, kini berlanjut ke rentetan peristiwa yang masih belum terungkap dan masih tersimpan rapi di tangan sang sutradara yang Maha Kuasa dengan sejuta misterinya …

Berbagai adegan tak terduga, telah menunggu untuk kita mainkan dalam spontanitas suasana baru yang masih berupa untaian rahasia tak tersingkap …

Mainkanlah apapun peranmu, dengan penghayatan yang jauh lebih baik dari episode kehidupan sebelumnya, berbekal ketajaman jiwa yang telah terasah ditempa hantaman sang waktu

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Duka sang angkasa yang mencucurkan air mata hujanpun, tak kuasa untuk menahan laju sang waktu meretaskan jalinan siang dan malam yang tiada terputus ...

Tak terasa, kehirukpikukan begitu banyak ceria dan derita yang datang silih berganti, telah menghantarkan kita ke masa yang baru ...

Di tengah dera sengsara sang alam yang mengerang kesakitan dan memuntahkan berbagai bencana, marilah di tahun baru ini, kita buat sebuah perubahan ...

Dengungkanlah nyanyian seruan perdamaian dan cinta kasih ke segala penjuru semesta dalam lembaran baru kehidupan kita kedepan ...

Dengan saling berpegangan tangan, dan tetap memuja Sang Maha Pencipta, bersama kita bisa wujudkan masa depan dunia yang jauh lebih baik ...

SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!

Thursday, December 27, 2007

WELCOME TO REALITY





















Hantaman mematikan realita bawaku kembali ke titik nadir ...
Dosa dan Sabda terasa tiada beda
Remukan asa di gelimpang resah semakin benamkan awamku akan sentuhan dinginnya terang dan hangatnya gelap
Rindu ... aku sungguh rindukan masa liar tak terjamah sadar waktu silam
Kata tiada bermakna selalu bisa robohkan dinding es angkuhnya kepenatan jiwa
Bosan ... aku sungguh bosan bergelimang kemunafikan dalam jeratan norma duniawi
Bebas ... aku sungguh ingin bebas, terbangkan angan, kuburkan mimpi dan ledakkan amarah
Aku hidup... tapi selalu mati di tanganmu ...
Puaskanlah hasrat tergelapmu dan terus siksa badan kasarku yang gamang tanpa rasa ini ...

Tuesday, December 18, 2007

Aaah…

Distorsi rasa ini kian butakan akal rasional otakku yang telah lumpuh terjangkit bakteri keputusasaan …
Aku semakin nyaman terapung ditelan ruang hampa saat tubuhku hiraukan gaya gravitasi
Kita selalu terdiam, ketika analisa dan logika tidak bisa lagi kita laraskan …

Aku sungguh bosan terombang ambing dalam kehirukpikukan perdebatan panjang tiada berujung ini …

Aaah… kenapa aku selalu takluk setiap kali melihat redupnya sinar matamu……?
Wajah tidurmu yang seakan tiada dosa, setiap kali selalu lelehkan dinginnya temperatur keakuanku …
Di tengah malam, kita selalu terjaga, sambil ratapi repihan masa silam yang selalu hantui jejak langkah kita menantang sombongnya sang waktu …
Aaah…andaikan kau resapi tiap denyut nadiku, tiada yang ku inginkan selain redakan amukan badai kegamangan ini denganmu di sisa nafasku …

For my soulmate …. I’m truly, deeply, deadly in love with you!!!

Monday, December 17, 2007

SEMENJAK KAU PERGI …




















Semenjak kau pergi ….
Aku tersesat di keramaian rutinitas yang mencekik hari – hari kesadaranku

Dalam kepenatan yang kian memuncak. jerit asa harap kau kembali terasa memecahkan gendang telingaku
Sementara wujud mayamu memenuhi setiap jangkauan pandangku …

Semenjak kau pergi ….
Dalam redupnya pagi, terangnya siang, remangnya senja, dan sepinya malam …
Aku lantunkan serenada rindu ditemani hembusan angin yang menembus dan merobek - robek akal sehatku …
Tuhan tolong aku …. Aku sekarat, tiada nafas, tiada jiwa.. ketika dia yang menghidupkanku kembali pergi mengejar mimpi …

Semenjak kau pergi ….

Aku selalu terdiam tanpa kata, tanpa rasa, sembari pandangi kenangan indah dimana kita seringkali berbagi cerita dalam kepedihan

Aku sadar, aku tidak layak menggegammu, karena aku sudah bersamanya, sebelum angan ini ada …

Semoga kau bahagia dengan dia yang merangkulmu dalam satu ikatan suci, sementara aku berjuang ‘tuk bunuh rasa yang kian menyiksa ini …

Wednesday, December 12, 2007

SENANDUNG HARAP HAMPA

Senyuman malaikat itu, kembali buyarkan renungan bawah sadarku ...

Walau sosok indahnya tak lagi warnai hari, getaran aura sang putri, terus saja huni setiap detak nadiku ...
Senandung lirih kerinduan ini, kian sesakkan hembusan nafas logika, yang sebelumnya selalu kuatkanku dari tiap hempasan badai rasa tak terbalas ...
Entah mengapa aku tak kuasa menahan diriku untuk tidak terhanyut dalam luapan rasa terlarang yang mustahil terwujudkan ini ...

Kesepian ini makin rasuki benakku yang sesak dengan bangkai asa mati pengharapan akan rengkuhan cinta sang idaman ...
Lelah, aku lelah terbawa arus khayal yang penuhi tiap mimpi dalam peraduan dingin di pelukan hangat pendamping hidupku
Aku tahu dia akan kembali, kembali untuk pergi lagi ...menembus malam hariku dan hidup dalam siang harinya ...
Untuk ribuan kalinya... hanya kata maaf yang bisa terujar dari jiwa tersesatku yang menjerit sekarat inginkan dia yang kini terlelap dalam dekapan lelaki pilihannya, di suatu tempat disana ...

Thursday, December 6, 2007

LUSTFUL INTERCOURSE


My breath races ...
As the odor of our sweat blends into one distinctive flavor of nirvana
My desires soars high ...
As I taste your heart - taker smile groaning almighty pleasure
Your lustful set of gleaming eyes ...
Take me back and forth, along with the flood of our romance's chemistry
With no string attached ...
No doubt she's a life - taker ...
I sense resentment of the room's occupants
When we merged all night ...
Like it was our last moment in living shape
With hands lock and postures vibrate
Heaven and hell seem not that far away ........

make love not war ..... peace dude...!!

A SPOOKY STAGE OF LIFE CALLED MARRIAGE

Six years of our life now wrapped up in one complicated package
Everything seemed so fuzzy, when I took this holy vow with you by a priest side
As I gasped for air, I know there's no turning back on this odd one way street
But still, I regret nothing, yet I'm afraid to ask for more or less

Now we live up the new days of seven years our togetherness
I never thought staring at your face in bedtime could be this hard ...
Will this sacred union erased my paranoia of losing you?
Do I have enough strength to kill the past ghost of betrayal that always haunts my every move?

Time seems creep its way passed my common senses
Your constant alter of behavior is thousands volts of electrical shockwaves
You're one beautiful psycho that somehow fulfill my thirst and hunger of recognition
Nevertheless, curbed my overwhelming will to freely express my art - side

Now here I am ended up ....
Always at the same pose...
Gazing at your balooning belly ....
I constantly wonder, will the unborn child call me "father"........??

Tuesday, December 4, 2007

B I R T H D A Y G I R L

Hey birthday girl, in such happy moment, you seem sad …
Don’t let tears fall down, take a deep breath and be glad
One year now has been added to your dazzling life
As you grow older, your heart shall find a path out of your strife

Hey birthday girl, stand up and let’s celebrate this day
Turn on your light, and blow away the darkness with your shimmering ray
Only you have the power to tame the evil storm that rages inside you
Get the right on every wrong, and prepare yourself for beginnings new

My dearest friend, I wish you a very happy life’s anniversary!!!!
Be grateful to your Creator, embrace the new age, and burn your past diary
With the loudest cheers, I wish you the happiest birthday!!!!
Listen to your deepest conscience, keep on smiling, and God will show the way

**Happy birthday my friend …. You know who you are….!!!